Pasuruan

September 17, 2008 at 4:06 pm Tinggalkan komentar

Saya miris sekaligus nelangsa mendengar saudara kita yang hidup dalam kekurangan menjadi korban hingga meninggal hanya karena mengharapkan uang sepuluh ribu rupiah. Tak tanggung-tanggung korban meninggal hingga 21 orang.
Musibah ini berawal dari niat baik haji Syaikon di Pasuruan yang ingin berbagi kepada masyarkat yang kurang beruntung. Terlepas dari tak adanya koordinasi antara haji Syaikon dengan aparat kepolisian dalam pembagian bantuan (pos kota, selasa 16 september) ada baiknya kita mengingat kembali tatacara memperlakukan tangan kanan kita.
Ketika tangan kanan kita memberi sesuatu tangan kiri kita tak perlu tahu. Maksudnya, ketika ingin berbagi dengan sesama yakni mereka yang kurang beruntung hidupnya, alangkah baiknya kita yang mengunjungi rumah mereka. Kalau jumlahnya ribuan misalnya, tinggal kita minta data ke kelurahan atau kecamatan setempat, siapa-siapa saja yang perlu kita bantu. Kita kerahkan orang-orang yang bisa membantu membagi rezeki kita dari rumah ke rumah.
Cara seperti ini menurut saya akan membuat si penerima merasa dimuliakan, merasa diperhatikan dan mereka tak perlu tersiksa karena harus antre, kepanasan, kehausan juga capai. Hidup mereka sudah sangat letih karena kemiskinan.
Saya jadi ingat salah satu adegan di sinetron Para Pencari Tuhan, saat Aya tengah berbagi dengan istri Asrul. Ia memberikan sebagian honor cerpennya dalam amplop tertutup. Tak satupun orang mengetahui, selain istri Asrul dan tentunya Yang Maha Kaya. Bersedekah itu indah dan kian indah ketika hanya Tuhan yang mengetahui.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Pak Jalal yang Merana Mudik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 105,258 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: