Persahabatan Udin dan Asrul

September 14, 2008 at 1:45 am Tinggalkan komentar

Sahabat adalah teman yang istimewa, begitu yang saya rasakan. Ngomong soal sahabat saya ingat kampung dan masa kanak-kanak. Dulu aku punya sahabat kental. Sejak sama-sama duduk di sekolah dasar sampai kami sekolah menengah atas. Meski SMP dan SMU kami beda, kami teap berteman. Namanya Janatin. Karena aku tinggal di pinggiran Jakarta dan dia di Batang, kami jarang ketemu. Paling saat aku mudik lebaran. Aku suka berkunjung ke rumahnya.

Persahabatan di Para Pencari Tuhan adalah persahabatan yang manis. Yang saya maksud adalah persahabatan antara Udin Asrul. Mereka sama-sama orang miskin, berdua selalu bersama-sama. Hingga akhirnya Asrul mendapatkan jalan memperbaiki nasib dengan bekerja di kantor milik Azam. Sementara Udin tidak, Udin kurang bisa menerima kenyataan. Persahabatan mereka agak renggang. Udin menganggap Asrul tak sayang lagi padanya. Hingga ia butuh bukti dengan ucapan “I love You ” dari Asrul. Asrul akhirnya mengucapkan kata yang lazimnya untuk lawan jenisnya itu. Merekapun berpelukan kembali, baikan lagi. Tali silaturahmi yang hampir terputus tersambung lagi karena kebesaran jiwa masing-masing.

Bertengkar dengan sahabat bukan masalah serius, asal tak berlarut hingga putus persahabatan. Karena sahabat sejati adalah sahabat yang berani melihat sahabatnya bahagia.

Dianing WY    

 Ada

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Ustadz Feri dalam Para Pencari Tuhan Pak Jalal yang Merana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.


%d blogger menyukai ini: