Ustadz Feri dalam Para Pencari Tuhan

September 12, 2008 at 1:21 pm Tinggalkan komentar

Dalam ramadhan ini menikmati Para pencari Tuhan seperti keharusan buat saya, seperti ramadhan tahun lalu. Bahkan sekarang biarpun sudah saya lihat saat waktu sahur masih juga saya lihat usai menemani Fira berbuka puasa.
Para Pencari Tuhan memang lain dari sinetron-sinetron yang ada. Bila yang lain mendadak religius, bahkan terkesan mengada-ada, Para Pencari Tuhan hadir menjadi cermin kondisi sosial kita. Gak menjual mimpi seperti sinetron yang lain, juga dekat dengan realita.
Salah satunya sosok ustadz Feri. Di sini biarpun seorang ustadz, ia sama dengan manusia kebanyakan. Membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah, curhat juga keinginan untuk marah serta celetukan guyon. Ingin membelikan mobil untuk istrinya, ingin terkenal bisa masuk televisi dan kaya. Itu sah-sah saja dan sangat manusiawi.
Karena ustadz menurut saya, maaf bukan makhluk “antik” yang harus dipercaya sebagai orang suci. Tak punya dosa. Ustadz juga manusia biasa, hanya saja ia memiliki ilmu agama yang lebih tinggi, akhlak yang lebih mulia, hati dan lidah yang terjaga, tutur kata yang menyenangkan.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Salut buat Para Pencari Tuhan Persahabatan Udin dan Asrul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: