Andai Setiap Bulan adalah Ramadhan

September 9, 2008 at 4:35 am 1 komentar

Ada beberapa hari ini saya tak berjumpa dengan Mbak In, terasa sangat lama. Dia memang orang yang enak diajak ngobrol dan banyak nyambung dengan saya.
Kemarin sore tiba-tiba Mbak In datang dan mengajak saya buka puasa diluar. Saya mengiyakan. Seperti biasa ada sopir yang mengantar kami ke pondok bakso solo.
“Tumben ngajak makan bakso, biasanya kalau nggak mie aceh, ya soto makasar,” komentarku saat ia meminta sopir mengarahkan ke pondok bakso solo. “Toleransi sama sampeyan,” ujarnya yang disambung tawa renyah oleh sang sopir juga saya.
Sepanjang jalan menuju tempat tujuan ada saja sepanduk yang mengingatkan kita pada amal baik di bulan puasa. “Coba setiap bulan semangatnya adalah semangat bulan puasa,” ujar mbak In sambil memandang keluar. “Ya,” ujarku pendek. “Nggak ada orang korupsi, orang miskin tersantuni tanpa menunggu ramadhan tiba.” Aku mengangguk-angguk.
Ya, kalau saja setiap bulan adalah semangat ramadhan, melakukan amalan-amalan baik sepanjang waktu, mungkin negeri ini tak carut marut seperti sekarang ini. “Mudah-mudahan ramadhan kali ini gak sekedar ceremonial saja ya Jeng.” Aku menatap ke Mbak In. “Ya kita bisa lebih dewasa lagi dalam bersikap,” ujarnya lagi. Aku mengangguk-angguk meski tak sepenuhnya paham apa maksud Mbak In.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Kucing Salut buat Para Pencari Tuhan

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 104,302 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: