Kucing

September 4, 2008 at 5:29 pm 1 komentar

Rizki datang dari halaman rumah setengah mengadu pada saya, bahwa anak kucing yang malam sebelumnya mau dimasukkan ke karung oleh beberapa anak-anak itu, akhirnya mati. Ya Tuhan, gumam saya dalam hati.
Saya tidak tahu anak kucing itu mati karena induknya kurang perhatian, atau karena hal lain. Bahkan keberadaannya beberapa saat setelah kabar dari Rizki tentang kucing kecil itu tak saya ketahui lagi. Entah kucing itu ditanam ke tanah atau dibuang begitu saja ke sungai.
Saya jadi ingat beberapa tahun silam ketika adik saya mengubur kucing kesayangannya di depan rumah. Nun jauh sana di Batang. Ceritanya adik saya penyayang kucing. Setiap hari ia rawat kucing itu, namanya Telon. Kucing ini memiliki tiga warna yang cantik. Kuning keemasan, hitam dan putih. Dari memandikan, memberi makan berupa ikan cuik. Ia anggarkan setiap hari seribu rupian untuk membeli ikan. Sangat murah bukan? Tentu karena itu pada tahun delapanpuluhan.
Akhir cerita nyata ini, kucing Telon itu pulang dalam keadaan mulut berbusa. Barangkali ia telah memakan ikan yang telah ditaburi racun tikus. Kebiasaan di kampungku, suka memasang umpan berupa ikan dan racun untuk melenyapkan tikus.
Maaf saya harus mengatur napas sejenak, karena peristiwa itu membayang kembali dalam benak saya. Adik saya panik, wajahnya tampak sekali penyesalan karena seharian itu dia punya janji sama teman dan tak sempat mengurus kucingnya. Aku sendiri tak begitu telaten merawat kucing.
Dalam hitungan jam kucing itu terkapar dan mati. Dengan pelan adik saya mengambil kain, membalutnya. Kemudian menguburnya di depan rumah dengan wajah mendung. Sampai sekarang selalu saja ada kucing yang datang dan betah tinggal di rumah. Termasuk dengan tempat tinggal saya sekarang. Entah kenapa kucing-kucing suka diam di tempat saya, dan anak-anak menyayangi mereka. Kalau ada ikan selalu berteriak, “Bun kucingnya minta ikan.” Lalu Rizki ambil satu iris ikan, membaginya sesuai jumlah kucing yang datang. Yang sering datang Puspita sama Selvina, begitu anak saya memberi nama kucing yang biasa singgah ke rumah.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Sapi juga Makhluk Tuhan Andai Setiap Bulan adalah Ramadhan

1 Komentar Add your own

  • 1. Merlyn Revelia  |  Agustus 25, 2013 pukul 10:44 pm

    wah Mbak Dianing juga suka kucing. Enatah mengapa saya masih bingung jika ada orang yang kejam terhadap kucing, speerti melepar batu ataupun menggolok punggung kucing. Padahal mereka makhluk yang manis dan imut. Kalau lagi tidur, damaiiiiiii sekali.

    banyak yang berkata untuk hati-hati karena kucing bisa menyebabkan kemandulan. Saya pribadi, berusaha menjaga kebersihan kucing (rutin memandikan ataupun memberi makanan yang sehat). sesimpel itu saja.

    oh ya, Mbak. saya menemukan artikel yang mengatakan bahwa kucing adalah hewan yang bersih, maka itu dijadikan sebagai hewan kesayangan Rasulullah. Jika Mbak tidak keberata, mohon dicek kebenarannya. Berikut link artikel tersebut:

    http://masshar2000.wordpress.com/2013/08/17/kucing-binatang-kesayangan-rosul/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 103,873 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @ummychasan: @detikcom Ketiganya kami cintai dan hormati, mrk bekerja u rakyat. 1 hour ago
  • RT @mesjkt: @detikcom Ke3nya adalah orang2 yg saya kagumi:jujur,bersih,berintegritas tinggi dan kerja kerasnya ikhlas buat bangsa dan negar… 1 hour ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang seseorang menyalahkan orang lain hanya karena tak temukan kata yg tepat tuk ucapkan maaf. Dan karena itu kegagala… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang kamu memilih tuk sendiri, bukan berarti kamu tak ingin dicintai, itu hanya berarti kamu butuh waktu tuk sembuhkan… 2 hours ago
  • RT @ilhamkhoiri: Afi Nihaya itu baru lulus SMA, masih 19 tahun, anak pedagang cilok, tapi catatannya inspiratif untuk bangun Indonesia yg d… 2 hours ago

%d blogger menyukai ini: