Belajar Puasa ala Anak Saleh

Agustus 31, 2008 at 2:35 pm 1 komentar

Insyaallah besok pagi adalah lembar pertama puasa. Baru saja Rizki anak saya yang kedua ikut tarawih, semangatnya besok pagi mau belajar puasa. Katanya sih sampai maghrib he he. Rizki baru duduk kelas satu SD. Saya tentu terharu mendengar keinginannya untuk belajar puasa. Harapan saya dia bisa melewati hari pertama dengan baik. Artinya dia bersungguh-sungguh untuk puasa.
Bicara soal belajar puasa, kita bisa bercermin dengan kebiasaan anak-anak yang saleh. Mereka tidak sekedar menahan lapar dan haus, mereka juga bisa menahan diri untuk tidak bergunjing, ini bisa dilihat kebiasaan anak-anak memilih tidur di siang hari. Selain tidur siang, mereka membunuh waktu dengan membaca.
Saat berbuka puasapun anak yang saleh cukup minum teh manis lalu ngacir ke masjid, sebenarnya mushala untuk ukuran di kampung. Tetapi di Jakarta dan sekitarnya mushala sudah terbiasa disebut masjid he he he. Kebiasaan anak-anak saleh usai shalat maghrib berjamaah pulang ke rumah untuk berbuka bersama. Berbukapun makan sekedarnya tak berelebihan. Saat salat tarawih mereka sangat tenang, tak ada yang mengobrol apalagi bercanda. Masjid benar-benar syahdu. Hening dan tenang. Usai tarawih anak-anak saleh meramaikan malam dengan tadarus bersama.
Saat sahur mereka makan menjelang imsak lalu menunggu subuh dengan mengaji. Tak ada keluh kesah pada anak-anak saleh. Indah baget ya, kalau anak-anak kita seperti mereka.
Dianing WY

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Novel: Sintren Cari Pahala apa Ridha?

1 Komentar Add your own

  • 1. day...  |  Agustus 31, 2008 pukul 4:21 pm

    weh hehehe…. selamat berpuasa…. berani nyoba puasa, berarti berani terima tantangan juga. jawab pertanyaan nomer 13 di blog saya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: