Menyambut Ramadhan

Agustus 29, 2008 at 3:35 am Tinggalkan komentar

Sejak kemarin ponsel saya dah riuh rendah oleh ucapan selamat menyambut bulan nan suci ramadhan. Saya jadi ingat kampung halaman, karena usai menjalankan puasa selama sebulan penuh hampir semua umat di dunia disibukkan oleh ritual pulang kampung.
Bulan ramadhan tahun ini terasa lebih berat, setelah dihantam kenaikan BBM lalu disusul harga-harga sembako yang melangit. Biasanya yang paling merasakan imbasnya adalah ibu-ibu rumah tangga. Karena harus pandai-pandai membagi uang yang nilainya kian menurun.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Tanpa sempat aku buka, pintu sudah terbuka dari luar. Ternyata Mbak In. “Hai Jeng kelihatannya melamun saja dari tadi.” Aku menanggapi dengan senyum. “Mikirin apa?” tanyanya. “Sebentar lagi puasa Mbak, kebutuhan makan sedikit banyak bertambah sementara harga-harga terus naik.” “Santai aja, biarpun mahal asal kita bisa beli, alhamdhulillah.” Aku mengangguk. “Bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung Mbak?”
Kali ini Mbak In terdiam. Memandangku. “Bagaimana kalau kita ngumpulin uang, warga RT kita kan banyak, dari uang yang terkumpul kita belikan sembako kita sumbangkan untuk tetangga kita yang kurang mampu.” “Ide bagus,” balasku.
Beruntung ide Mbak In ditanggapi positif oleh RT kami, dalam waktu singkat dana terkumpul lumayan banyak. Kami membelanjakannya dalam bentuk sembako dan langsung membagikannya ke warga yang memang membutuhkan bantuan.
Aku lihat masing-masing dari mereka yang menerima bantuan kami, tersenyum senang. Mbak In yang paling bersemangat dalam pengumpulan dana tampak bahagia. Aku lihat ketulusan memancar di wajahnya. Ramadhan tahun tak lagi berat,biarpun harga sembako melangit. “Yang penting syukur nikmat,” ujar Mbak In.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Artis Kita, Masa Kini Novel: Sintren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 104,985 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: