Merdeka di era 2008

Agustus 12, 2008 at 12:28 pm Tinggalkan komentar

Memasuki bulan Agustus sudah menjadi rahasia umum, dimanapun penjuru gegap gempita menyambut hari yang kata orang, hari merdeka.

Tak terkecuali anak sulung saya Fira Meutia, menyambutnya dengan antusias. Dia meminjam buku serial biografi Bung Karno “Putra Sang Fajar” terbitan Rosda Karya yang berkerja sama dengan Yayasan Bung Karno.

Buku ini bercerita pendiri republik ini dari sejak masa kanak-kanak hingga wafatnya yang tragis.Tetapi itu akan jauh lebih baik, karena Bung Karno tak sempat dan melihat kondisi bangsa yang beliau perjuangkan di saat ini.
Kalau saja Bung Karno melihat Indonesia saat ini pasti hatinya sangat sedih. Indonesia ternyata belum sepenuhnya merdeka. Karena merdeka zaman dulu barangkali berubah makna dengan merdeka zaman sekarang.
Zaman sekarang merdeka adalah kebebasan mengambil hak orang lain atau korupsi sebanyak mungkin. Termasuk merdeka jualan kecap nomor wahid menjelang pilkada, bukti? manakutahu. Paling gres adalah merdeka membuat partai, merdeka ingin jadi presiden. Merdeka membuat harga proses pembuatan KTP, akta kelahiran , kartu keluarga dan merdeka melambungkan harga sembako setinggi langit.
Diantara merdeka- merdeka itu, mana yang akan kita pilih. Sebab setiap orang merdeka pula menentukan pilihan. Termasuk tak memilih satupun merdeka di atas he he he.

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Senandung di Makam Perempuan yang Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: