Maghfur Saan

Juli 3, 2008 at 2:43 pm 1 komentar

Beberapa hari lalu saya mendapatkan telephon yang tak langsung saya dengar, tahu-tahu pagi hari  hp mengabarkan ada telephon masuk. Saya tak langsung merespon karena nomor tak saya kenal, tetapi selang beberapa waktu nomor yang sama menghubungi saya kembali. Lagi-lagi saya tak langsung bisa menerima. Akhirnya saya telephon balik tanpa memberi kesempatan telephon bisa diterima, saya matikan langsung sebagai isyarat agar penelphon segera menghubungi saya kembali.

Ternyata Si penelphon adalah Maghfur Saan, beliau adalah guru saya dalam menulis. Beliaulah pertama kali yang memberi spirit untuk menulis hingga saya sampai detik ini masih bisa menikmati nikmatnya  menulis.

Maghfur Saan merupakan penyair dari Batang yang banyak melahirkan karya. Puluhan buku anak telah terbit dari tangan beliau. Sampai sekarang di usia yang tak lagi muda beliau masih eksis menulis puisi, cerpen dan tentunya cerita anak. Mengingat beliau selalu terbayang tanah kelahiran Batang. Saya jadi pengen bali alias pulang.

Untuk mengobati rindu saya pada kampung halaman, saya tuliskan kembali puisi Maghfur Saan yang saya ambil dari antologi puisi Kiara II, Kidung Alas Roban .

Sungai Kecil Di Muka Rumahmu

masih membekas dalam catatanku

rasanya baru kemarin kau mengajakku berjalan-jalan 

 menikmati kemilau air yang bergoyang di muka rumahmu

serupa hujan malam dalam wajah kanak-kanak

kau menghanyutkan perahu mainan

yang kau buat dari lipatan puisi-puisi

lantas kau rebahkan tubuhmu di punggung perahu itu

:aku akan membelah muara, – katamu

 

dari kejauhan kulihat kau memancing awan

lantas memasak dagingnya, memotong-motong,

dan menyimpannya dalam sekoci masa tuamu

seperti camar kau memekik sendirian

menyalami muara, minta dikirimi ribuan cuaca

kemudian pusarannya membadai di jantungmu

betapa manisnya jagad ini menyetubuhi nafasmu

 

pada kemilau sungai kecil itu pula

dalam hitungan tahun yang entah keberapa

kulihat wajahmu mengapung

kau melambaikan tangan membawa ribuan perahu

warna-warni puisimu berhamburan

meloncat-loncat bagai bidadari yang menginjak remaja

pepohonan yang berbaris di muka rumahmu bersorak,

: dia pulang berbaju pualam!

 

 

detertera Magh

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Remy Novaris dan Pesta Sastra Pernikahan Angin

1 Komentar Add your own

  • 1. Roy Thaniago  |  Juli 4, 2008 pukul 4:57 pm

    Perjumpaan yang manis dengan sang guru, walau hanya lewat udara..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 104,296 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: