FPI dan “Si Cantik” yang Porak-poranda

Juni 12, 2008 at 3:34 pm Tinggalkan komentar

Barangkali saya yang ketinggalan berita. Membaca majalah Tempo edisi terbaru saya terkejut ternyata di Pekalongan, dekat kota kelahiran saya, ada juga yang jadi anggota FPI. Lagi-lagi selalu berhubungan dengan tindak kekerasan. Apa mungkin ya FPI identik dengan kekerasan? Mengingat sejak dibentuk sampai sekarang kegiatannya ikut campur urusan orang lain saja.
Seperti yang terjadi di pintu masuk perumahan elite Kampoeng Paradise, Pekalongan. Awalnya sebagai tanda, di pintu masuk ini dibuat patung perempuan dengan keranjang berisi buah-buahan. Patung tersebut merupakan patung Trevi, lambang panen raya di Versailes. Perumahan elite tersebut memang bergaya Prancis.
Celakanya para anggota FPI menyangka bila patung cantik itu merupakan patung Bunda Maria. Mereka mengira di dalamnya terdapat kristenisasi. Maka diseranglah patung yang tak tahu apa-apa itu oleh tigapuluhan anggota Front Pembela Islam. Maka patung itupun merana. Wajah dan sekujur tubuhnya bolong-bolong oleh timpukan batu.
Sebenarnya oleh pihak pengembang perumahan sudah dijelaskan bahwa patung itu bukan patung Bunda Maria melainkan patung Trevi. Tetapi FPI tak puas, dan menjatuhkan vonis bahwa pembuatan patung yang mirip manusia ataupun hewan hukumnya haram.
Saya miris bila Islam dibawa-bawa untuk tameng premanisme. Apapun alasan FPI menurut hemat saya kurang bijak dengan melakukan pengrusakan di mana-mana. Sudah saatnya FPI belajar untuk rendah hati, seperti diajarkan oleh Islam.
Dianing Widya Yudhistira, Depok Juni 2008

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Sulitnya Memasarkan buku Saku Lampu Byar Pet, Ibu-Ibu Merana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TELAH DIBACA

  • 104,942 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: