Ketegaran Perempuan dalam Akhirnya Senja

Juni 9, 2008 at 1:49 pm Tinggalkan komentar

Setelah dua minggu hanya tergeletak, akhirnya saya nikmati novelet Akhirnya Senja, karya Sulaiman Tripa. Sebelumnya novelet ini dimuat bersambung di majalah wanita Femina. Merupakan karya terbaik III lomba cerber oleh majalah yang sama pada tahun 2007.
Begitu membuka halaman pertama saya langsung terbawa ke suasana muram saat tanah rencong masih diberlakukan sebagai daerah operasi militer. Saya berkeyakinan bila Akhirnya Senja ini diangkat dari serpihan kisah nyata. Begitu mengharu biru, dimana sebuah keluarga harus berpisah (abu) dicari oleh tamu-tamu yang tak dikenal. Abu harus meringkuk di bawah tumpukan kayu agar tubuhnya tak mencipta bayang, hingga datang tragedi kemanusiaan yang bikin hati saya merentas.
Lewat karya ini agaknya Sulaiman hendak mengatakan betapa perkasanya perempuan-perempuan Aceh dalam menghadapi kesulitan hidup. Bukan kesulitan hidup karena kondisi ekonomi, melainkan getirnya hidup ketika nilai-nilai kemanusiaan menghilang.
Fatimah, Suhaibah, Habsah dan Jamilah adalah tokoh heroik dalam karya ini. Kalau boleh saya sumbang saran, Akhirnya Senja ini oleh Penulisnya tidak hanya ditulis dalam bentuk novelet. Sepertinya akan lebih sedap bila dijadikan novel. Saya tunggu.

Entry filed under: NOVEL. Tags: .

Temu Sastra Indonesia di Jambi Sulitnya Memasarkan buku Saku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: