Surat Terbuka untuk SBY-JK

Mei 22, 2008 at 5:32 pm Tinggalkan komentar

Pak sby yang terhormat, pada pemilihan presiden kemarin saya memilih bapak yang berpasangan dengan JK. Harapan saya pada waktu itu berbunga-bunga. Tak ubahnya anak kecil yang memimpikan permen manis. Permen itu bisa saya nikmati dengan suka cita. Dalam arti,  negeri ini bisa bapak bawa ke arah yang lebih bermartabat. Sesuai dengan jargon bapak yang dahsyat itu, Bersama kita bisa.

Impian saya bapak bisa arif memimpin kami. Bapak dan Jusuf Kalla memihak kepada rakyat. Memperhatikan nasib rakyat. Terutama di sektor pendidikan dan perekonomian. Untuk pendidikan semua orang tahu, dalam pemerintahan Bapak terjadi kezaliman terhadap anak-anak bangsa. Yakni dengan menetapkan kelulusan anak didik berdasarkan nilai UN. Pemerintahan yang Bapak pimpin cenderung tak mau mendengarkan kami. Selama kebijakan tersebut setiap tahun ada kasus yang menyayat hati. Seperti anak yang frustasi karena tak lulus, padahal ia telah diterima di perguruan tinggi. Banyak juga anak-anak yang berotak cemerlang, dalam kesehariannya masuk tiga besar, tetapi ia gagal.

Tolong, Bapak bayangkan seandainya Bapak pada posisi seperti anak didik pada saat ini. Bapak yang rajin belajar dan selalu dapat tiga besar di kelas selama enam tahun untuk SD, tiga tahun untuk SMP atau tiga tahun untuk SMU, kelulusannya ditentukan pada hasil akhir. Yang hanya ditempuh selama kuranglebih dua minggu. Kemana jerih payah belajar dan nilai yang Bapak raih selama bertahun-tahun?
Saya sering sesak napas Pak SBY yang saya muliakan. Kebijaksanaan seperti di atas seperti mengajarkan pada anak didik pada budaya instan. Yang penting hasil akhir, bukan kerja keras bertahun-tahun. Tolong tinjau lagi kebijaksaanaan seperti ini, kalau memang Bapak setia pada jargon politik Bapak yang dulu Bersama Kita Bisa…
Dan minggu-minggu terakhir ini saya semakin ngos-ngosan. Yakni dengan rencana Bapak menaikkan harga BBM sebanyak 30%. Saya seorang ibu rumah tangga yang sudah menjerit dengan kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Karena setiap kali BBM naik akan diikuti kenaikan pada harga sembilan bahan pokok. Sementara penghasilan suami saya yang hanya karyawan biasa tidak ada kenaikan.
Sekali-sekali Bapak turun ke bawah Pak. Lihat rakyat Bapak yang melata. Tak sulit untuk menemukannya. Tak jauh dari tempat tinggal Bapak, saya yakin orang miskin banyak. Karena Indonesia ini sudah dipadati orang-orang miskin.
Kalau BBM jadi dinaikkan, terus Bapak suruh kami untuk lebih erat lagi mengencangkan ikat pinggang, apalagi yang bisa kami kencangkan. Kami ini ibaratnya tak punya lagi pinggang. Mungkin Bapak tak pernah merasakan sulitnya mencari pekerjaan atau nafkah.
Sekarang saya ingin bercerita kepada Bapak. Di sekitar saya tinggal, kebanyakan penghasilan mereka dalam satu bulan dua ratus ribu rupiah. Penghasilan ini didapat dengan mencuci pakaian selama satu bulan. Pendapatan suami tiga ratus ribu rupiah, dengan menjadi buruh pengangkut sampah, atau berjualan singkong, sayuran, atau pisang. Rata-rata mereka memiliki dua anak usia sekolah. Uang yang terkumpul hanya lima ratus ribu rupiah, cukupkah untuk makan, biaya sekolah, berobat dan sebagainya? Sementara harga-harga melambung tak karuan. Kebanyakan dari suami tak ada pekerjaan tetap, karena lapangan kerja yang tak tersedia.
Seandainya posisi Bapak sekarang ini adalah sebagai rakyat, setujukah Bapak dengan kenaikan BBM sebanyak tigapuluh persen itu? Sementara untuk makan sehari-hari saja sulitnya minta ampun. Anak-anak terpaksa putus sekolah karena untuk makan saja susah. Akan kemana bangsa ini dibawa, bila sekolah saja tidak bisa?
Toh, saya masih punya harapan besar kepada Bapak SBY untuk memikirkan lagi rencana Bapak menaikkan BBM bulan juni nanti. Kenaikkan BBM meskinya dijadikan pilihan terakhir, setelah pilihan yang lain dijalankan. Misalnya dengan menaikkan pajak penghasilan bagi perusahaan besar. Mengingat BBM merupakan kepentingan khalayak meskinya untuk angkutan umum jangan dinaikkan, agar harga-harga kebutuhan pokok tak ikut naik. Hal ini bisa membantu daya beli masyarakat terjaga. BIla BBM untuk angkutan umum dinaikkan otomatis harga-harga akan ikut naik, dampaknya daya beli masyarakat turun.
Bantuan tunai yang Bapak tawarkan itu, seratus ribu rupiah perbulan tak akan banyak membantu. Banyak mudaratnya. Seperti kasus kemarin ibu-ibu terinjak-injak hingga pingsan, belum lagi dengan kemungkinan uang itu menguap entah ke mana, serta banyaknya orang miskin tak terdata malah orang yang mampu mendapat bantuan. Kalau Bapak tanyakan ke rakyat langsung, rakyat memilih BBM tidak dinaikkan daripada mendapat bantuan tunai seratus ribu rupiah.
Apakah tak terbersit dalam benak Bapak rasa malu, dalam pemerintahan Bapak antrian orang mengular demi uang seratus ribu rupiah. Antrian mengular itu berpredikat orang miskin. Lalu antrian yang mengular dengan predikat orang miskin itu menjadi berita utama di televisi-televisi luar negeri. Dan bagaimana dengan perasaan para pendiri negeri ini? Jikalau mereka masih hidup, pasti mereka teramat terluka melihat negeri yang mereka cintai seperti itu. Duh, negeriku tercinta yang gemah ripah loh jinawi kok jadi begini.
Bapak bisa menaikkan harga BBM untuk pengguna mobil mewah. Toh, mereka bisa membeli dengan harga lebih mahal. Jikalau anggaran negara ini menipis, Bapak bisa dengan tegas menindak para koruptor negeri ini untuk mengembalikan uang negara yang jumlahnya sangat fantastis itu, menaikkan pajak untuk orang kaya, hingga membatasi penggunaan bensin bersubsidi untuk kendaraan umum dan sepeda motor saja. Jangan rakyat terus yang sudah kempis-kempis ini, disuruh mengalah terus.
Bapak SBY – JK yang terhormat, untuk saat ini rakyat sangat berharap mendapatkan pemimpin yang memikirkan rakyat agar jargon bersama kita bisa, tak sekedar lipstik belaka. Tetapi harapan kami, Bersama kita bisa… betul-betul menjadi kenyataan. Membawa negeri ini ke sebuah tempat yang terhormat, bermartabat yakni dengan memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Dianing Widya Yudhistira
Penulis sekaligus ibu rumah tangga, tinggal di Depok

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Gong Bolong, Sisi Lain Kemilau Depok Andai Saya jadi Bupati Batang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2008
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 104,985 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: