Dianing Widya Yudhistira Usung nilai-nilai keperempuanan

Februari 2, 2008 at 12:19 pm Tinggalkan komentar

Sumber: Monitor Depok, 24 Januari 2008

Dalam karya-karyanya, tersirat begitu tinggi kepedulian penyair berkerudung yang tinggal di Vila Pamulang, Blok Dj-7/8, Kelurahan Pondok Petir, Sawangan ini, terhadap dunia pendidikan dan nilai-nilai keperempuanan.

Penulis kelahiran Batang, Jawa Tengah, 6 April 1974 ini, kepada Monde, mengaku mulai menyukai tulis menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Tapi baru berani ngirim tulisan ke media massa sewaktu SMEA. Dan pertama kali dimuat di tabloid Bahari terbitan Semarang,” katanya.

Menulis puisi, cerpen, resensi buku, dan novel-pun kemudian menjadi aktivitas yang dinikmatinya. Sejumlah buah penanya tersebar di media cetak nasional maupun daerah. Bahkan karyanya juga pernah dimuat Bahana (Brunei Darussalam), dan Tunas Cipta (Malaysia).

Senja melepuh di kotamu seperti warna matahari yang tercerai dan aku selalu menunggu seperti kesetiaan embun merawat pagi. Biarpun kota telah telanjang. Malam mengeliat gelisah dan cicit kelelawar membangunkan alpa. Aku tak pernah lelah mencarimu… Demikian sajak Riwayat Senja yang dilahirkannya di Depok.

Ditanya perihal gelombang seni budaya di Depok, perempuan yang pernah menelorkan buku sastra bersama suaminya [Mustafa Ismail] di Perpustakaan Daerah Banten, mengatakan geliat kebudayaan di kota ini masih kurang.

“Meskipun banyak penulis yang tinggal di Depok, tapi lebih cenderung individualis. Sendiri-sendiri dalam berkarya, tidak dalam satu komunitas. Dengan adanya Saung Budaya semoga kebudayaan di sini bisa menggeliat dan hidup,” tutur ibu beranak empat yang saat ini tengah merampungkan novel bertajuk Mengambil Kearifan Lokal.

Puisi gubahannya, di antaranya tergabung dalam antologi puisi Mimbar Penyair Abad 21, Forum Pesta Penyair Jawa Tengah, Dari Negeri Poci II, Dari Negeri Poci III, Antologi Puisi Indonesia, Kicau Kepodang IV, Refleksi Setangah Abad Indonesia Merdeka, Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia, Surat Putih 2, Kiara I, Kiara II, Aceh Dalam Puisi, dan Bisikan Kata Teriakan Kota.

Sedangkan cerpennya, tertera bersama antologi cerpen Kembang Manyang, Dunia Perempuan, Yang Dibalut Lumut, serta Kota Yang Bermama Dan Tak Bernama.

Baru-baru ini Novel-nya berjudul Sintren-novel debutan awalnya, masuk ke dalam jajaran nominator peraih Anugerah Sastra Khatulistiwa 2007.

Iklan

Entry filed under: KLIPING.

Situs si Oneng bikin termangu Peluncuran Gong Bolong, Sepuluh Penyair Depok Membaca Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

TELAH DIBACA

  • 104,308 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: