Khatulistiwa Awards untuk Gus TF Sakai dan Acep Zamzam Noer

Januari 20, 2008 at 12:05 pm Tinggalkan komentar

Sumber: Sinar Harapan, Sabtu 19 Januari 2008

Jakarta – Tiga penulis terbaik di bidang sastra, Gus TF Sakai, Acep Zamzam Noer, Farida Susanti dinyatakan sebagai peraih penghargaan Sastra Khatulistiwa 2007-2008. Para pemenang diumumkan di Atrium Plaza Senayan, Jumat (18/1) malam. Ketiga penulis terbaik ini masing-masing untuk kategori prosa, puisi dan penulis muda berbakat. Gus TF Sakai menang melalui buku Perantau dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Untuk mendapat penghargaan bergengsi ini, Gus TF harus menyisihkan empat finalis lainnya yaitu Andrea Hirata dengan karya Edensor, Cok Sawitri dengan karya Janda dari Jirah, Seno Gumira Ajidarma dengan karya Linguae, dan Dianing Widya Yudhistira dengan karya Sintren. Dengan menyandang gelar penulis terbaik ini, Gus TF Sakai berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta. Uang ini, menurutnya akan ia tabung.
Sejak Khatulistiwa Award tahun ini, penghargaan untuk penulis muda diberikan dan pemenang untuk pertama kali ini adalah Farida Susanti (18) dengan buku Dan Hujan Pun Berhenti. Ia bersaing dengan sembilan finalis lainnya. Farida pun berhak meraih uang tunai sebesar Rp 25 juta.
Menurut koordinator dewan juri Donny Gahral Adian, karya sastra Indonesia kini semakin dilihat oleh penerbit asing. Dengan adanya Khatulistiwa Literary Award membuka jalan bagi terciptanya para sastrawan yang kini banyak bermunculan di Indonesia.
“Para pemenang sendiri dilakukan tiga tahap dalam penjurian yang hasilnya malam ini ada tiga pemenang penulis terbaik di bidang sastra,” katanya.
Gus TF Sakai yang saat itu berhalangan hadir berterima kasih kepada Richard Oh sebagai penggagas penghargaan sastra Khatulistiwa Award ini. Ucapan terima kasih itu juga dikatakan pemenang sastra lainnya yaitu Acep Zamzam Noer dan Farida Susanti.
Acep yang meraih penghargaan dengan karya Menjadi Penyair Lagi mengatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah berpikir atau menjadi pemenang dalam Khatulistiwa Award ini.
Dilahirkan di Tasikmalaya 28 Februari tahun 1960, Acep menghabiskan masa kecil dan remajanya di Pondok Pesantren Cipasul, Tasikmalaya. Lalu, ia sempat mengenyam pendidikan di ITB dengan jurusan Seni Rupa dan Desain.
Lulus dari sana, ia pernah tinggal di Italia setelah mendapatkan Fellowship dari pemerintah Italia. Namun, sejak tahun 1996 hingga kini ia mengasuh Sanggar Sastra Tasik di Tasikmalaya.
Sedangkan Farida Susanti sempat menetap di Tasikmalaya di mana sebelumnya gadis kelahiran Bandung 18 Juli 1980 ini, bersekolah di SMA 3 Negeri Bandung. Melalui prestasi sastranya ia pernah beberapa kali menang lomba cerpen di Universitas Bandung. Esainya pernah masuk di beberapa koran.
(maya handhini)

Iklan

Entry filed under: KLIPING.

Buku Terbaik Versi KLA Seraup Gizi buat Pujangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 103,230 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Salut untuk pak Ahok, tampak lugas, santai, realistis tak terbawa emosi. Malam yang cukup berkeringat di Metro TV :) 1 day ago
  • Bahagia itu sederhana, seperti menjawab pertanyaan teman mahasiswa via WA,yg menggunakan novel Nawang, untuk tugas kuliah terakhir/ skripsi. 1 day ago
  • RT @spirit_kita: 4 Maret 2017 Spirit Kita membayar angsuran biaya ujian sebesar Rp 700.000 untuk Yara. SMK AMEC, Keperawatan. Trims 2 weeks ago
  • RT @spirit_kita: 11 Maret 2017 Spirit Kita mendapat donasi dari Sahabat @spirit_kita , Rp 25.000 langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahab… 2 weeks ago
  • Berjanji lalu tak bisa menepati. Meminta maaf lalu berulangkali melakukan salah yang sama. 3 weeks ago

%d blogger menyukai ini: