Novel Lelaki

Mei 23, 2007 at 10:22 am 2 komentar

Sumber: Koran Tempo Senin, 12 Maret 2007
http://www.korantempo.com/korantempo/2007/03/12/Budaya/krn,20070312,56.id.html

Yang berdiri di panggung untuk menerima hadiah di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jumat malam lalu, semuanya lelaki. Mereka adalah Mashuri, Tusiran Suseno, Calvin Michel Sidjaja, Junaedi Setiyono, dan Yonatan Rahardjo. Nama-nama itu adalah pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006.

Mashuri adalah pemenang pertama lomba itu dengan judul novel Hubbu. Lelaki kelahiran Lamongan, 27 April 1976, itu selama ini banyak menulis puisi (termasuk puisi dalam bahasa Jawa), esai, dan cerpen, yang dipublikasikan di berbagai media cetak.

Tusiran Suseno adalah pemenang kedua dengan novel Mutiara Karam. Lelaki kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 30 Juni 1957, itu sudah mulai bersastra sejak 1974 dengan menulis puisi. Ia juga menulis cerita pendek serta novel, yakni Matahari Bawah Laut (1999), Menapak Tak Berjejak (2003), dan Begawan (2004).

Calvin Michel Sidjaja, pemenang ketiga, yang paling muda di antara para pemenang lomba itu. Lelaki kelahiran Makassar, 3 Maret 1986, itu mengikutsertakan novel berjudul Jukstaposisi dalam lomba ini. Ia adalah mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Dua nama terakhir, yakni Junaedi Setiyono dan Yonatan Rahardjo, masing-masing pemenang harapan I dan harapan II. Junaedi, yang lahir di Kebumen pada 16 Desember 1965, unggul dengan novel berjudul Glonggong. Sementara itu, Yonatan, kelahiran Bojonegoro, 17 Januari 1969, menang dengan novel berjudul Lanang.

Dewan juri, yang terdiri atas Apsanti Djokosujatno, Ahmad Tohari, dan Bambang Sugiharto, mengatakan lima pemenang dipilih dari 249 naskah novel yang diterima panitia.

“Kelima pemenang, selain mewakili kriteria yang telah kami sepakati, juga memperlihatkan variasi bentuk dan tema serta mewakili berbagai daerah di Indonesia,” kata Tohari, yang membacakan pertanggungjawaban juri.

Sastrawan terkemuka Indonesia itu menambahkan, selain yang menang, banyak naskah para peserta yang bagus dan memenuhi selera pasar untuk diterbitkan. “Dan berpeluang menjadi best-seller,” katanya.

Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Zen Hae mengatakan tampilnya semua lelaki sebagai pemenang lomba novel ini sebagai kebetulan. “Buat saya, biasa saja. Tidak bisa dibilang istimewa,” kata Zen.

Memang, ia mengakui, pada Sayembara Menulis Novel DKJ lomba sebelumnya (2003), tiga dari lima pemenang adalah perempuan. Mereka adalah Dewi Sartika sebagai pemenang pertama dengan novel Dadaisme, pemenang kedua Abidah El Khalieqy (Geni Jora), dan pemenang ketiga Ratih Kumala (Tabula Rasa). Sementara itu, pemenang harapan I dan II masing-masing Gus tf Sakai (Ular Keempat) dan Pandu Abdurrahman H. (Tanah Biru).

Zen bercerita, sebetulnya pada lomba kali ini, pada babak 24 besar, sekitar sepertiganya adalah karya penulis perempuan, antara lain yang dia ingat karya Abidah El Khalieqy dan Dianing Widya Yudhistira. Tapi Zen mengingatkan soal laki-laki dan perempuan tidak menjadi masalah. Yang dilihat adalah karyanya. MUS

Iklan

Entry filed under: KLIPING.

LK Ara Luncurkan Dua Buku Puisi Tsunami Jejak

2 Komentar Add your own

  • 1. muhammad jamil  |  Januari 3, 2009 pukul 1:50 pm

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Balas
  • 2. dianing  |  Januari 3, 2009 pukul 4:45 pm

    Saya ingin tanya nih, apa yang akan anda lakukan pertama kali saat terpilih nanti.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 105,232 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: