Bingkai Kelam

Mei 23, 2007 at 10:32 am Tinggalkan komentar

Diangkat dari cerpen Adik yang dimuat di Tabloid Nova edisi November 2002

Cerita: Dianing Widya Yudhistira

Norma lega, akhirnya Sari berhasil lulus dari kuliahnya di salah satu universitas Yokyakarta. Di saat-saat itulah Sari berterimakasih pada Norma dan menyampaikan keinginannya untuk bekerja di Jakarta.

Keinginan Sari mengingatkan Norma pada masa lalu. Norma ke Jakarta karena kecewa dengan ibunya yang berselingkuh dengan Gunawan. Ketika itu Pak Sudiro, ayah Norma bertugas ke Sumatera selama dua bulan. Pada masa-masa kepergian Pak Sudiro, Bu Sudiro sering menerima tamu yakni Gunawan. Hal ini yang menjadi gunjingan orang-orang kampung.

Norma sendiri pernah melihat Gunawan berada di kamar ibunya ketika ia pulang sekolah lebih cepat. Hingga pertanyaan besar Norma pendam sampai sekarang. Siapakah ayah kandung Mala sebenarnya. Ayahnya atau Gunawan. Sebab baru satu bulan Pak Sudiro pulang dari Sumatera, Bu Sudiro diketahui hamil tiga bulan.

Norma menduga Mala anak ibu dengan selingkuhannya. Prasangka buruk Norma sangat melekat dalam hatinya, hingga Norma sangat membenci Mala. Bu Sudiropun selalu menghindar bila Norma ataupun Mala menanyakan siapa sesungguhnya ayah Mala. Terlebih dengan desakan Norma agar ibunya melakukan tes genetika.

Pernah Norma ingin menanyakan pada ayahnya tentang status Mala saat menjelang meninggal tetapi ia urungkan. Pak Sudiro meminta agar Sari jangan sampai berhenti kuliah, karenanya Norma bertekad mencari pekerjaan ke Jakarta. Ia tinggalkan profesi gurunya. Norma ke Jakarta karena ingin membantu biaya kuliah Sari juga karena kecewa dengan ibunya.

Di Jakarta berbagai kendala Norma hadapi. Ia pernah bekerja sebagai penjaga loket di terminal Lebak Bulus juga pernah menjadi cleaning service di ITC Mangga Dua, sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan yang layak.

Mala merasa hidupnya tak berguna. Orang-orang kampung selalu menyebutnya anak jadah, anak haram. Ia sering dipergunjingkan oleh tetangga. Terlebih sikap Norma kepadanya, membuat ia berniat bunuh diri. Untung diselamatkan oleh Sari.

Sebelum Norma kembali ke Jakarta, Sari menyesalkan sikap Norma pada Mala. Hingga terjadi pertengkaran kecil.

Sesampai di Jakarta Norma gelisah. Ia ingat ucapan-ucapan Sari. Ia mencoba mencari jawaban siapa ayah Mala sesungguhnya. Sebab selama ayahnya hidup, ayahnya sangat menyayangi Mala. Norma mengeluarkan foto-foto keluarganya. Mencocokkan wajah-wajah saudaranya, hingga ia tercengang. Mala memang tak mirip dengan Norma ataupun Sari, tetapi dagu Mala sama persis dengan dagu almarhum Ayah.

Norma akhirnya yakin bila Mala adiknya. Saat itu juga ia putuskan kembali ke Yogya. Ia ingin meminta maaf pada Mala tetapi semua terlambat. Mala yang bertekad ingin menjalani hidup sepahit apapun meninggal seketika karena kecelakaan sehabis berziarah ke makam Pak Sudiro.

Norma menyesali dan berkali-kali meminta maaf di depan pusara Mala. **
——————

CATATAN:
Penulis menawarkan sinopsis skenario ini kepada pihak televisi/PH/pihak lain yang tertarik memproduksinya. Penulis juga memiliki beberapa naskah skenario lainnya. Bila berminat, hubungi Dianing Widya Yudhistira e-mail dianingwidya@yahoo.com atau lewat 0812-809 0871.

Iklan

Entry filed under: SKENARIO.

Jejak KUMPULAN CERITA DARI KOTA LAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 106,142 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy