Taman Budaya Lampung Gelar Lampung Arts Festival

Mei 22, 2007 at 12:09 pm 5 komentar

Sumber: Koran Tempo, Rabu, 8 Januari 2003

BANDARLAMPUNG — Berbagai jenis kesenian akan ditampilkan di Taman Budaya Lampung dalam acara Lampung Arts Festival yang digelar mulai Senin (6/1) hingga Sabtu (11/1) mendatang. Beragam seni ditampilkan di sini, dari sastra sampai seni rupa.

“Acara ini melibatnya hampr semua seniman di daerah ini. Kita juga mengundang para seniman dan kelompok seni dari beberapa daerah lain, seperti Jakarta, Banten, Palembang, dan Medan,” kata Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung Syaiful Irba Tanfaka.

Syaiful menjelaskan acara ini bertujuan untuk mendorong seniman untuk lebih mengangkat budaya Lampung. Sebab, dewasa ini seniman di sana lebih merasa bangga bila mengangkat seni yang berbau modernisme. “Akibatnya, seni budaya Lampung jadi tersisih dan belum bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ujarnya.

Di bidang teater, festival ini akan menghadirkan dua grup yaitu Teater Koas, Jakarta, yang akan mementaskan Anarkhis itu Mati Kebetulan dan teater Saku Palembang mementaskan Mimpi. Acara ini akan digelar pada 10 dan 11 Januari.

Panggung musik yang akan digelar selama 7-9 Januari akan menampilkan kolaborasi musik etnik yang merupakan perpaduan berbagai jenis musik daerah, dari Lampung hingga Batak.

Acara sastra akan diisi pembacaan puisi oleh 35 penyair dari Jakarta, Banten, dan Lampung. Dari Jakarta di antaranya adalah Afrizal Malna, Nur Zaen Hae, Ahmadun Yosi Herfanda, Edy Effendi, Jamal D. Rahman, dan Dianing Widya Yudistira. Dari Banten yaitu Toto ST Radite dan Moh. Wan Anwar. Penyair Lampung sendiri akan hadir seperti Isbedi Setiawan, Iswadi Pratama, Oyos Saroso H.N., dan Zulkarnain Zubairi. Kegiatan ini akan digelar 11 Januari mendatang.

Sedangkan pameran lukisan dan fotografi akan digelar setiap hari. Festival itu juga akan dilengkapi dengan lomba melukis dan mewarnai murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar pada 8 Januari. Juga ada penayangan sejumlah film independen pada 9 Januari.

Di bagian tari akan ditampilkan empat karya kareografer, yaitu M. Suwarsono (Medan), Ery Mefri (Padang), Dwi Siswanto dan Rusli Syukur (Lampung). Mereka akan pentas pada di Teater Tertutup Taman Budaya Bandar Lampung pada hari ini.

Salah satu tarian yang akan digelar adalah The Ritual of Pepadun. Tarian ini menceritakan acara ritual masyarakat pedalaman Lampung yang beradat pepadun, yaitu rekaman situasi zaman tatkala kesenian penunjang acara itu diciptakan.

Tarian itu merefleksikan kehidupan tentang zaman yang keruh dan peradaban yang semakin lumpuh. Celakanya di dunia ini sesuatu yang tak mungkin terjadi malah menjadi-jadi. Yang tersisa adalah suasana kacau peradaban yang gila. Manusia memakan manusia, dan manusia lupa bahwa dirinya memakan manusia. Sepotong peradaban kacau menikam kebudayaan kita. Dunia meneteskan airmatanya, sementara manusia hanya terpana. fadilasari

Iklan

Entry filed under: KLIPING.

Peluncuran Novel di Banten LK Ara Luncurkan Dua Buku Puisi Tsunami

5 Komentar Add your own

  • 1. andi noverian  |  Oktober 6, 2009 pukul 2:37 am

    tolong dong kasih saya informasi kalo ada pagelaran/pertunjukan teater di taman budaya lampung,trims ya….
    kirim via e-mail aj atau sms ke 0813-79620323

    Balas
  • 2. ujang GB  |  Januari 18, 2010 pukul 8:20 am

    tlg dong jadwal acara bulan Mei di taman budaya lampung kosong apa padat. kami sanggar poros jakarta yang rencana akan pentas keliling sumatra. terimakasih salam kami Teater poros Jakarta

    Balas
  • 3. delviiskandar  |  Mei 12, 2010 pukul 3:58 am

    tolong informasikan tentang kegiatan -kegiatan di taman budaya selama bulan mei 2010 terutama kegiatan pementasan teater.

    Balas
  • 4. Helena  |  Juni 4, 2013 pukul 9:31 am

    s a dark side to the popularity of digital content, and that.
    By doing so, you’re reinforcing that negativity and attracting to yourself MORE. The Vi – O comes pre set most abundant in widely used mobile devices, which include Blackberry, i – Pod, i – Phone amongst others.

    Balas
  • 5. family guy online  |  Juli 25, 2013 pukul 5:31 pm

    Of course, these cartoons may be a bit to vulgar for individuals under 14 years
    of age. Family Guy relies heavily on the use of flashbacks in addition to moments of exaggerated and
    extended comedic moments. It much less expensive expensive to make
    than its original counterpart, reducing in fat, too.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 103,197 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: