TENTANG SAYA

DIANING WIDYA YUDHISTIRA, lahir di Batang 6 April 1974. Menulis puisi, cerpen dan resensi buku, mulai tahun 1992. Dipublikasikan ke berbagai media antara lain Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, The Jakarta Post, Nova, Horison (Jakarta), Wawasan, Cempaka, Suara Merdeka (Semarang), Memorandum, Jawa Pos (Surabaya), Pikiran Rakyat (Bandung), Waspada (Medan), Serambi Indonesia (Banda Aceh), Suara Nusa (Nusa Tenggara Barat), Bali Pos (Denpasar), Majalah GEN dan Tunas Cipta (Malaysia) dan Bahana (Brunei Darussalam)

Puisi-puisinya bisa ditemukan dalam sejumlah buku kumpulan bersama, antara lain, antologi puisi “Mimbar Penyair Abad 21” (1996), “Forum Pesta Penyair Jawa Tengah 1993” (1993), “Dari Negeri Poci II” (1994), “Dari Negeri Poci III”, “Antologi Puisi Indonesia” (1998), “Kicau Kepodang IV” (1997), “Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka” (1995), “Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia” (ed Korrie Layun Rampan, 2001) , “Surat Putih 2” (2002), “Kiara I” (2000), “Kiara II” (2003), “Aceh dalam Puisi” (2003), ”Bisikan Kata, Teriakan Kota” (2003), “Mahaduka Aceh” (2005), dan lain-lain.

Cerpennya bisa ditemukan dalam sejumlah antologi cerpen, seperti kumpulan cerpen “Kembang Manyang” (2000), “Dunia Perempuan” (ed. Korrie Layun Rampan, 2002), “Yang Dibalut Lumut” (CWI, 2003), “Kota yang Bernama dan Tak Bernama” (2003), “Bunga-Bunga Cinta” (Senayan Abadi, 2004), “Jika Cinta….” (Senayan Abadi, 2004).

Novelnya “Sintren”, dimuat bersambung harian Republika (akhir September 2004-awal Februari 2005), kemudian diterbitkan oleh Grasindo pada 2007. Novel itu masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007.

Novelnya yang lain “Perempuan Mencari Tuhan” juga dimuat bersambung di Republika, kini telah terbit menjadi buku (“Perempuan Mencari Tuhan”, Penerbit Republika 2007). Kumpulan cerpen tunggalnya “Kematian yang Indah” (Grasindo, 2005). Novel terbarunya “Nawang” (Pustaka Republika, 2009) dan “Weton” (Grasindo, Oktober 2009). Kini ia sedang menunggu terbit kumpulan esainya tentang perempuan berjudul “Satu Istri Saja Cukup”.

Tahun 1996 diundang dan mengikuti “Mimbar Penyair Abad 21” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Desember 2003 diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk baca puisi dalam forum “Temu Sastra Jakarta”. Kini tinggal di Perumahan Vila Pamulang, Blok Dj-7/8, Pondok Petir, Sawangan, Depok 16517, Email: dianing@gmail.com dan dianingwidya@yahoo.com. Facebook: http://www.facebook.com/dianingwy

55 Comments Add your own

  • 1. Salamah  |  Juli 4, 2007 at 4:42 am

    Saya kira panjenengan putrinya Pak Yudhistira ANM yang penulis itu. Betulkah?? Tapi kalau lihat usianya kok saya jadi ragu??..
    Saya harap anda menulis untuk mengarahkan ummat ini lebih dekat kepada Alloh.

    Balas
  • 2. ayucipta  |  Juli 13, 2007 at 8:55 am

    Ass Wr Wb

    Apa kabar saudaraku yang ayu, lama tak berkabar, semoga sehat selalu. Kangenku kuwujudkan dalam doa agar keluarga dan anak-anak sehat dan bahagia. Ngomong-ngomong Fira kelas berapa? salam buat Bang Mus

    Wass Wr Wb

    —————–
    Wah, kabar baik Ayu. Fira sudah kelas IV. Lama juga ya kita tak ketemu. Ayo dong, main ke rumah. Salam buat keluarga. Jangan lupa baca novel baruku “Perempuan Mencari Tuhan”. Makasih.

    Balas
  • 3. Gunoto Saparie  |  Agustus 18, 2007 at 7:26 am

    Selamat dan sukses ya? Semoga cita-citamu menjadi sastrawan besar tercapai. Salam buat keluarga.

    GS

    —————–

    Pak Gun, makasih ya. Salam juga buat keluarga.

    Balas
  • 4. Astrid  |  November 14, 2007 at 2:25 am

    Mbak Dianing (boleh ya dipanggil “mbak”?), saya baca dua novelmu: Sintren dan Perempuan Mencari Tuhan. Terus terang saya merasa rugi telah membeli novel-novel itu, karena habis saya baca dalam waktu masing-masing tak lebih dari 24 jam. Jangan salah sangka, bukan karena jumlah halamannya yang terlalu tipis… tapi karena caramu menulis itu membuat saya ketagihan, nggak mau berhenti sebelum selesai hehehe… sukses selalu ya, dan mohon doa restunya untuk penulis-penulis pemula seperti saya ini.

    ———

    Mbak Astrid, terima kasih atas apresiasinya. Semoga sukses selalu menyertai kita semua. Salam, DWY.

    Balas
  • 5. Tanzil  |  November 20, 2007 at 3:54 am

    Saya baru saja menamatkan novel Sintren.
    Menarik karena menambah wawasan saya ttg salah satu kesenian daerah yang ada di tanah air ! Salut!
    Selamat juga karena novel ini masuk dalam daftar Longlist KLA 2007.

    ———

    Terima kasih Mas, atas apresiasinya. Salam hangat, DWY.

    Balas
  • 6. titik  |  Desember 11, 2007 at 11:51 am

    Pas saya baca judul resensi Sintren di koran, saya langsung ingat Ronggeng Dukuh Paruk, hanya karena sama-sama penari. Selamat ya Mbak, semoga menang deh…tapi kalau enggak, udah 5 besar itu sudah bagus bgt, saingannya kan juga bagus – bagus. Sekali lagi, selamat yah…

    ————-
    Makasih banyak Mbak. Salam, DWY.

    Balas
  • 7. Budhi Setyawan  |  Desember 17, 2007 at 4:39 am

    salam kenal…
    Saya bangga sebagai sesama warga asal Jawa Tengah. semoga semakin banyak penggiat sastra dari Jawa Tengah. maaf kalau di acara peluncuran tak bisa datang, karena lagi banyak pekerjaan. Biasa lah pegawai negeri.
    selamat n sukses buat semua karyanya yaa….

    ———
    Mas Budhi,
    Makasih banyak. Saya senang sekali kita bisa ketemu ketika saya dan teman-teman baca puisi di RRI 21 Desember lalu. Salam dan selamat berkarya.

    Balas
  • 8. mifka  |  Januari 11, 2008 at 11:36 pm

    Wah, senang saya bisa mampir kesini. Salam hangat. :)

    ——– Terimakasih, salam hangat juga.

    Balas
  • 9. Suparman  |  Februari 22, 2008 at 4:27 pm

    Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, mbak Widia. Keteguhan panjenengan sangat patut saya agungkan. Semoga selalu eksis menulis. Semoga selalu eksis mendesis.

    —— Selamatpagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam juga. Terimakasih atas apresiasi panjenengan, salam.

    Balas
  • 10. ila lampung  |  Maret 11, 2008 at 3:16 pm

    mba, pa kabarnya
    msh inget aku gak,
    aku pernah menemanimu melewati malam di wisma semergo (nama yg sulit diucap)
    emailmu apa?

    ———-
    masih ingat dong, aku denger baru nikah, selamat ya. Emailku dianingwy@hotmail.com Terimakasih, salam.

    Balas
  • 11. emokillme  |  April 3, 2008 at 4:30 am

    Halooo, Lam kenal…

    btw, q baru belajar bikin blog ney… sekalian numapang mampir… he…
    boleh kan?…

    Salam, makasih…

    __________________________________

    http://emokillme.wordpress.com

    __________________________________

    Balas
  • 12. Eskage  |  April 4, 2008 at 4:51 pm

    Halo mbak widya, masih suka ke semarang nggak?

    ——
    halo juga, pengen sih tapi belum kesampaian sampai sekarang he he he. Maaf ini siapa ya?

    Balas
  • 13. cahmbatang  |  April 22, 2008 at 4:34 am

    kapan nih pulang ke mbatang ?

    ———-
    ya kalau ada kesempatan, pasti saya pulang.

    Balas
  • 14. 1000download  |  Juni 1, 2008 at 7:16 am

    Maaf, mbak Widya, mau nebeng sharing info, jangan marah ya. Bagi yang suka cerita pendek, ada lebih dari 2000 cerpen di sriticom yang sudah didownload dan dikompres. Untuk mendownload klik disini. Terima kasih. :-)

    Balas
  • 15. umybilqis  |  Oktober 9, 2008 at 8:20 am

    mbak… bisa gak diceritakan awal mula tulisanya dimuat.
    soalnya saya juga pengen nulis , tapi gak Pe-De . takut gak dimuat dan tulisanya gak berbobot.
    kalo boleh minta saran juga ..
    terima kasih
    email sy di seka_hs_08@yahoo.com

    Balas
  • 16. emma  |  Oktober 28, 2008 at 4:03 am

    salam kenal mbak’.. aku seneng deh mampir di sini..
    banyak tulisan menarik..
    aku jg udah mampir lhoo..ke “rumah” fira..

    Balas
  • 17. dianing  |  Oktober 30, 2008 at 2:22 pm

    salam kenal juga, Mbak. Terimakasih dah mau mampir. Salam.

    Balas
  • 18. Moumtaza  |  November 23, 2008 at 2:16 pm

    Mbak, eh Dik, eh Mbak aja deh. Aku juga wong mBatang, Karangasem tepatnya. pernah beberapa seri mbaca sintren di koran. Bapakku penasaran banget mbaca itu. salam kenal saja deh, moga-moga ada persuaan (di manapun) untuk bisa lebih mengenal …

    Balas
  • 19. hudan hidayat  |  November 29, 2008 at 3:18 pm

    salam ya dian. saya boleh ambil tulisanmu di atas ya, untuk saya bagikan ke milis. selamat atas novelmu dian.

    hudan

    Balas
  • 20. dianing  |  November 30, 2008 at 5:13 pm

    Silakan Mas Hudan. Makasih. Salam, dwy

    Balas
  • 21. alif  |  Desember 11, 2008 at 11:04 am

    Mbag….
    Q alif d’sby. skrg ini q g ngjlni skripsi. Objek yg q pake novel sintren.
    Q tertarik dg crita d’dlm na.

    Yg pngen q tnyain,koq dstu gak ada sejarah dr mana atau asal muasal knp tokoh utama(saraswati) d’tunjuk tuk jd penari sintren??

    Q bth referensi bnyk ttg sejarah sintren tp d’toko2 buku susah dapet na.

    Klo mbag dah bc tlong d’bls y mbag.
    Makasih….

    Balas
  • 22. dianing  |  Desember 11, 2008 at 1:15 pm

    salam,
    makasih ya mas Alif dah mau baca dan menggunakan novel saya sebagai bahan skripsi. Makasih buanget.
    Ya, sejak awal menulis sintren saya ingin fokus pada tokoh utamanya Saraswati.
    Oke, saya akan coba jawab kenapa Saraswati yang menjadi sintren. Begini : saya ingin mengatakan kalau Saraswati adalah perempuan yang punya impian sekolah tinggi, melampaui teman-teman perempuan di kampungnya. Keadaan ekonomi menjadi kendala, lalu datang Larasati utusan mbah Mo untuk mencari penari sintren. Saraswati menerima tawaran menjadi penari sintren karena imbalan menjadi penari sintren cukup bahkan melebihi untuk biaya sekolah.
    Impian Saraswati yang kuat itulah, membuat ia lulus saat menjalani ujian menjadi sintren. Mas Alif bisa baca halaman 107 – 109.
    Untuk sejarah sintren coba deh Mas Alif klik sejarah atau asal-usul sintren. Mudah-mudahan dapat.
    Oke, sementara jawaban saya seperti ini, semoga bisa membantu mas Alif. Lain kali bisa disambung lagi. Sekali lagi terimakasih banyak. Sukses ya…

    Balas
  • 23. evelynrar  |  Desember 23, 2008 at 1:34 pm

    Saya sedang googling nama Maghfur Saan, senior kita2 yang saat itu rajin mengisi rubrik Eska Kecil di Suara Karya (th ‘80-an), dan akhirnya saya bisa ada di sini. Saya adalah salah satu anak kecil yang senang sekali mendapatkan surat dari Beliau yang berisi segala macam nasehat tentang hidup maupun tentang menulis. Apa kabar Beliau saat ini? Saya ingin sekali berkomunikasi dengan Beliau, mudah-mudahan Beliau masih ingat saya.

    Senang bisa masuk dan melihat-lihat karya tulis yang indah-indah di sini. Salut dan turut bangga kita punya penyair wanita seperti Dian.

    Insya Allah saya akan mampir lagi ke sini.

    Salam kenal,
    Evelyn Ridha Avenina Ratih

    Balas
    • 24. dianing  |  Desember 23, 2008 at 2:17 pm

      Salam kenal juga Mbak Avelyn, makasih sudah mau mampir ke sini. Makasih juga dengan apresiasi panjenengan. Kabar Pak Maghfur InsyaAllah baik, Mbak. Ya, beliau juga orang yang berjasa besar bagi saya. Beliau yang membimbing saya menulis. Beliau juga yang membuat saya seperti sekarang ini. Alhamdhulillah komunikasi saya dengan Pak Maghfur masih terjalin. Sayang, lebaran kemarin saya dan keluarga tidak sempat main ke rumah beliau.
      Salam.

      Balas
  • 25. ina El'a  |  Januari 10, 2009 at 2:49 am

    Salam hangat untuk mbak Dianing dan mas Mus,

    Love,
    ina2002_mustofa@yahoo.com
    08179611190

    Balas
  • 26. eppysalam  |  Januari 18, 2009 at 4:06 pm

    Assalamu Alaikum…

    Rasa Penasaran dan keingintahuan yg akhirnya membuat sy sampai di sini..

    Selamat berkarya ya mbak….

    Balas
  • 27. jhellie  |  Februari 17, 2009 at 4:49 pm

    Salam kenal mbak
    enak ngebaca tulisan2nya..

    Balas
  • 28. Rukmana (nceq)  |  Maret 9, 2009 at 9:14 am

    salam budaya,
    kami dari teater GERIMIS ingin sekali melakukan pementasan teater di taman budaya lampung. tapi kami kesulitan untuk mendapat info seputar tanam budaya lampung, bisa tolong bantu kami untuk mendapatkan informasi tersebut. terima kasih

    Balas
    • 29. dianing  |  Maret 10, 2009 at 4:11 am

      Coba hubungi Oyos Saroso di mobile 0813 6956 1110. Mudah-mudahan bisa membantu. Sukses ya…

      Balas
  • 30. Slamet Sunarjo  |  Maret 10, 2009 at 5:34 am

    Ceritanya bagus2
    Mudah dicerna semua kalangan
    Aku suka..seneng..dan banyak aspiratif disana
    Sukses dan teruskan perjuanganmu nak..
    Do’aku menyertaimu
    Temen2 lamamu pasti bangga punya sepertimu..

    Balas
    • 31. dianing  |  Maret 11, 2009 at 4:55 am

      Terimakasih sobat,

      Balas
  • 32. bodrox  |  Maret 21, 2009 at 10:49 am

    duh, penyair dan novelis ya mbak. saya pengen juga sebenarnya jadi penulis. tapi, katanya, jalannya terjal :)

    Balas
    • 33. dianing  |  Maret 24, 2009 at 4:38 am

      Terimakasih atas apresiasinya. Saya pikir apapun profesi yang ingin kita jelani, memiliki tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Saya terlanjur mencintai dunia ini, jadi saya enjoy menjalaninya. Ayo nulis lagi, pasti bisa.

      Balas
    • 34. dianing  |  Maret 25, 2009 at 3:07 am

      Terimakasih atas apresiasinya. Saya pikir setiap profesi yang kita pilih butuh perjuangan sendiri. Saya sudah memilih dunia kepenulisan, jadi saya enjoy menjalaninya. Salam.

      Balas
  • 35. rizalihadi  |  April 12, 2009 at 12:42 am

    Kunjungan mba… saya lagi pengen ngumpulin semua karya2 bapak mba. mungkin pertama saya pengen buat blog buat bapak. biar semua karya2nya(yang dulu2) tidak ilang gitu aja. Tapi saya bingung, soale kalo bapak tak bikinin blog, pasti bapak ga mudeng makenya.he… :D

    Balas
    • 36. dianing  |  April 14, 2009 at 4:00 pm

      Terimakasih atas kunjunganya. Ya, niat yang tulus mas Rizal. Mudah-mudahan cepat selesai blog buat bapak. Salam buat pak Maghfur ya…

      Balas
  • 37. irmaaryasathiani  |  April 16, 2009 at 1:35 pm

    Senang bisa berkenalan dengan Mbak. Saya mu belajar menulis yang baik ah dari mbak .. boleh ya? hehe ……

    Balas
    • 38. dianing  |  April 18, 2009 at 3:59 pm

      Terimakasih mbak Irma atas apresiasinya. Tentu saya sangat senang, kita sama kok. Sama-sama sedang belajar. Saya tunggu ya karyanya di media. Salam.

      Balas
  • 39. mukhlis tgk di leubu  |  Juli 29, 2009 at 5:36 am

    Assalamu’alaikum,

    sejak dulu (semasih remaja) saya suka puisi2 mbak dan juga Bg Mus. eh, gak taunya kalian berdua malah suami isteri. Mudah2an sukses selalu di dunia dan akhirat, tetap keluarga sakinah ya…..

    sy berdomisili di Pulo Kiton, Kota Juang, Bireuen, kalau pulang ke rumah mertua, silahkan mampir.

    Wssalm

    Balas
    • 40. dianing  |  Juli 31, 2009 at 3:25 pm

      Waalaikumsalam,
      Terimakasih atas apresiasi bang Mukhlis. InsyaAllah kami akan singgah bila ada kesempatan pulang kampung.
      Wassalam.

      Balas
  • 41. cheya  |  Agustus 2, 2009 at 1:10 pm

    Subhanallah…. salut ama mbak widya… jadi iri… :D

    Balas
    • 42. dianing  |  Agustus 3, 2009 at 2:08 pm

      Terimakasih mba Cheya…

      Balas
  • 43. Boy Hasid  |  Agustus 13, 2009 at 1:39 am

    ass.al.wrwbr. salam kenal mba yg ayu. saya Boy Hasid dari Luwu. juga kadang nulis esai dan cerpen tapi belum ta pasarkan. he.he.he nunggu sponsor.baru aja tadi malam aku selesaikan mbaca novel NAWANG. nggak berhenti saya mbacanya sampai tamat. menarik.kapan-kapan kita bedah novel ini di Luwu ya. kerjasama LSM yang saya pimpin. boleh kan datang ke Luwu. pasti belum ada dalam referensi mba tentang Luwu. kalau belum datang ya kalau kami undang?.. tks and semoga sukses selalu.

    Balas
  • 44. Boy Hasid  |  Agustus 13, 2009 at 1:54 am

    eh, kelupaan, mau nanya ya mba. boleh toh, itu tuh, dalam novel NAWANG. kok tokoh Mbah Putri kok tiba-tiba hilang. setelah dari pusara mbah kakung tidak muncul-muncul lagi? padahal sekelumit kesusahan dialami oleh mantu dan cucunya. tks ya mba.salam

    Balas
  • 45. Boy Hasid  |  Agustus 13, 2009 at 1:59 am

    o iya lupa nitip alamat and nmr kontak. email: boyhasid@yahoo.com hp. 081241831361
    ornop yayasan latimojong tiga puluh ( L-30 ) Luwu

    Balas
    • 46. dianing  |  Agustus 16, 2009 at 11:59 am

      Terimakasih sudah membaca novel saya, NAWANG. Saya memang mengetengahkan Nawang sebagai tokoh utama. Terimakasih, suatu saat akan saya munculkan lagi di skuelnya.
      Waah menarik tuh kalau ada kesempatan ke Luwu. Mau dong.
      Salam.

      Balas
      • 47. boy hasid  |  Oktober 7, 2009 at 4:47 am

        serius nih mba? kita ke Luwu mbahas novel lawang di Taman bacaan Anak Desa binaan LSM-ku? Skalian mba baca draft buku kumpulan esaiku lalu beri komentar singkat.
        kalo mba serius, kapan ada waktu agar aku dan teman-teman jadwalkan. kontak via sms juga boleh, 081241831361. salam

  • 48. Frost  |  Agustus 30, 2009 at 10:13 am

    kak dianiing.. aku mau beli bukunya kakak nii tapi koq gak ktemu2x yaAh? aku mau beli yg kumpulan cerpen kematian yang indah.. kira2x klo di jakarta ada dimana yaa? di gramedia katanya lagi habis…

    Balas
    • 49. dianing  |  September 11, 2009 at 2:15 pm

      Terimakasih, buku kumpulan cerpen Kematian yang Indah mudah-mudahan masih bisa didapat melalui toko buku online. Coba mas hubungi ke toko buku online grasindo.co.id novel SINTREN juga bisa dipesan disitu. Terimakasih ya….salam hangat.

      Balas
  • 50. Unang Pesantren Blues Widjanarko  |  November 3, 2009 at 5:31 am

    halow….Widya….yuk kolaborasi sama Pesantren Blues…ini band dakwah saya yang beraliran blues…..minta doa nya ya agar Pesantren Blues bisa eksis…maklum sementara ini baru sebatas jaming blues sama temen teman Kaweb (Komunitas Wartawan Balap) di jogja dan purwokerto…sukses buat widya….

    Balas
    • 51. dianing  |  November 22, 2009 at 2:12 pm

      Mau bangeet mas Unang…

      Balas
  • 52. Faizal Achmad  |  November 15, 2009 at 2:13 pm

    Subhanallah, malu saya sebagai eorang laki-laki yang tidak bisa menuangkan segala bentuk pola pikirnya dalam sebuah novel. sukses mba Dian, tak tunggu berikutnya

    Balas
    • 53. dianing  |  November 22, 2009 at 2:10 pm

      He he, setip orang punya kelebihan masing-masing mas Faizal, Alhamdulillah saya diberi bakat bisa menulis. InsyaAllah akan terus berkarya. Makasih ya…

      Balas
  • 54. jasadh  |  November 16, 2009 at 3:48 am

    salam kenal mbak…..
    mantep tuh karyanya, sukses terus mbak…

    Balas
  • 55. capliubit » Batal Nikah Karena “Weton”?  |  November 28, 2009 at 5:13 pm

    [...] Dianing adalah seorang penulis cerpen, penyair, novelis, dan sesekali menulis esai dan resensi buku. Karya-karyanya banyak dipublikasikan di media cetak dalam dan luar negeri seperti Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Jawa Pos, Tabloid NOVA, majalah sastra Horison, Suara Merdeka, Seputar Indonesia, Majalah Tunas Cipta (Malaysia), GEN (Malaysia), Bahana (Brunei Darussalam), juga di koran-koran daerah. [...]

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed