Archive for November 10, 2011
Qurban dengan uang, mengapa tidak?
PAGI. Aku ke ruang depan begitu terdengar salam. Mbak In dengan kantung kresek hitam berdiri di depanku, begitu pintu terbuka.
“Jeng mau daging yaa…” Aku menautkan kening. Kemarin sore kurang lebih sekilo daging yang diberi pak RT saja belum dimasak. Aku persilahkan mbak In duduk. Ia menuju ke kursi sambil mengeluh bingung. Daging 4 kg yang ia dapat dari masjid, sekolah anaknya, dan kantor suami itu mau diapakan.
Pasalnya ia merasa tak berhak mendapatkan daging qurban.
“Saya sudah masak Jeng. Untuk apa daging ini.” Aku diam lalu duduk di samping mbak In dengan meja perantaranya. Suasana hening sejenak.
(lagi…)


KOMENTAR