Archive for Oktober, 2011

Sayangi Anak Kita

SAYA menghela napas ketika mbak In datang ke rumah dengan wajah menyimpan masalah. Ada apa gerangan yang tengah membelit pikiran mbak In hingga ucapan salam yang ia sampaikan terucap lirih. Aku membalas salamnya dengan lirih pula seolah larut dengan wajahnya yang muram.

Aku enggan bertanya sama mbak In. Lebih baik aku bikinkan dia segelas kopi Ulee Kareng dicampur dengan susu kental putih. Mantabs. Tapi baru hendak melangkah ke dalam, mbak In mencegahku dan duduk di ruang tamu.
“Aku hanya sebentar Jeng, sebentar lagi mengantar Najwa ke sekolah.”
“Paud Melati?” Mbak In mengangguk.
“Biasanya Lila yang mengantar Najwa.”
“Itu dia Jeng saya ini sedang bingung.”
“Kenapa?” Saya kemudian duduk.
(lagi…)

Oktober 25, 2011 at 2:32 pm Tinggalkan Komentar

Menikah

Dianing Widya Yudhistira

AKU menggeleng tegas di depan Indra. Dari air mukanya aku tahu jelas langit telah runtuh dalam tubuhnya. Lamarannya aku tolak. Aku menolaknya bukan karena wajahnya yang pas-pasan, bukan juga karena dia pemuda tanpa penghasilan. Postur tubuhnya tinggi atletis, dengan hidung mancung serta bola mata yang mampu menggetarkan rasaku. Aku sering dibuatnya cemburu jika ia tengah berbincang-bincang dengan teman perempuan di kantorku.

Ia laki-laki yang hampir tanpa cela. Jenjang pendidikannya lebih tinggi dari aku yang sarjana. Aku memang lebih menyukai laki-laki yang tingkat kecerdasannya di atasku, bukan di bawahku. Laki-laki atau suami bagiku bukan sekedar teman hidup di rumah, melainkan pendukung karir istri.
Indra sosok paling ideal. Ia sangat peduli dengan isu-isu perempuan. Ia sangat mendukung perempuan dalam berkarya.
“Aku ingin istriku kelak bukan istri yang pekerjaannya di dapur melulu, tetapi istri yang mau tampil ke depan.” Ucapnya suatu ketika. Saat itu aku membayangkan betapa senangnya jika punya suami seperti Indra.
Lalu apa alasanku menolak Indra? Ini masalahnya. Aku seringkali melihat sosok bapak ada pada setiap laki-laki. Entah berapa laki-laki yang datang dan pergi dalam hidupku. Aku selalu menjaga jarak jika aku mulai membaca bahasa tubuh laki-laki telah tertarik padaku. Lalu dengan tegas aku menolak jika diajak menikah. Aku takut nasib buruk ibuku diwariskan kepadaku.
* * *
(lagi…)

Oktober 18, 2011 at 12:29 pm 2 komentar

Rawat Anak Kita dengan Cinta

MINGGU pagi itu, kami keluar rumah di kawasan Depok menuju Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Kami ingin menikmati hari tanpa kendaraan yang jatuh pada Minggu terakhir tiap bulan di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Nah di jalan, beberapa ratus meter sebelum Sudirman, kami singgah di sebuah kedai kecil yang menjual mie ayam.

Sambil menunggu pesanan mie ayam, kami menikmati makanan kecil yang tersedia. Tak jauh dari tempat itu, terdapat satu rumah yang tampaknya merupakan gudang menyimpan barang-barang dagangan. Tempat itu dihuni oleh satu keluarga muda dengan empat anak yang masih kecil.
(lagi…)

Oktober 14, 2011 at 1:11 pm Tinggalkan Komentar

Jejaring Sosial

PONSEL saya berdering pendek di awal hari. Isinya memberitahukan tentang undangan menjadi pembicara di sebuah forum diskusi dengan kepenulisan. Sepintas saya berpikir masih lama, dua minggu ke depan lagi. Masih banyak waktu, jadi makalah bisa saya tulis minggu depan saja. Sejenak saya melihat ke kalender, saya menautkan kening. Ternyata sudah Desember. Artinya lagi waktu bukan dua minggu lagi tetapi kurang dari itu.
Saya menghela napas. Betapa waktu tak pernah berjalan, melainkan berlari kencang bagai kuda perang yang terluka.

Perputaran waktu itu pula yang membawa kita ke sebuah era bernama Globalisasi. Era yang jauh berubah dan abad-abad yang lampau. Jika kita tilik fenomena globalisasi dari dari terminologi, globalisasi merupakan hubungan sosial yang intensif dari lokalitas-lokalitas yang ada hingga seluas wilayah di seluruh dunia. Hubungan itu terjalin dengan sangat cepat, berjauhan sedemikian rupa sehingga peristiwa yang sangat jauh keberadaannya, bisa kita akses meski kita berada jauh dari pusat peristiwa.
(lagi…)

Oktober 5, 2011 at 1:07 pm 2 komentar


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

PALING BARU

ARSIP

KALENDER

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 48,003 kali

Kategori

Halaman


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.