Di Kota Atlas
November 11, 2009
SUDAH lama saya tak berkunjung ke Semarang, kota yang pernah saya singgahi dan tinggal beberapa tahun. Di kota ini saya mendapatkan banyak teman dan tempat untuk berkarya. Secara tak sengaja saya bergabung ke teater Aktor Studio yang ternyata gudangnya penulis. Teater yang digawangi Bapak Djawahir Muhammad itu memberi saya banyak ilmu. Kepenulisan saya terasah di situ. Dalam menulis kami saling mengkritik, dan dapat dipastikan dalam satu minggu pasti ada salah satu tulisan anggota Teater Studio, yang dimuat di media masa terbitan Semarang. Kami jadi bersaing untuk menulis lebih bagus, agar tulisan layak muat.
Di kota ini juga saya bergaul dengan teman-teman UNDIP, dan sempat mendirikan teater UMBU yang semua anggotanya adalah perempuan. Fitri Lambang, belakangan berganti nama Cinta Fifi, Ayu Cipta, Riri Novita sudah bertemu dan sempat ngobrol di FB. Ada nama-nama yang jejaknya belum saya temukan, Pipiek Isfianti, Eris, juga beberapa nama yang maaf, samar saya mengingatnya.
Semarang memang tak akan pernah lekang dalam ingatan saya. Untuk mengenangnya saya sematkan namanya, sebagai salah satu setting dalam novel Nawang. Kota ini juga yang memberi warna, dan memberi banyak pelajaran tentang hidup.
DWY
Entry Filed under: Dibalik novel NAWANG. .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed