Archive for Juli 30th, 2009
Mas
“Kalau punya uang, nabung mas Nduk.” Begitu kira-kira nasehat mbah Darnah, nenekku sewaktu mudik lebaran beberapa tahun silam. Aku tersenyum tipis. Jakarta beda dengan Batang Mbah. Biaya hidup di sana berkali lipat dibandingkan di sini. Boro-boro beli mas untuk ditabung, menabung di bank saja kadang diambil untuk satu keperluan.
Memang nenek suka sekali membeli mas sehabis panen raya tiba. Mas-mas itu di simpan dalam klenthung, kaleng lengkap dengan tutupnya lalu ditaruh begitu saja di kolong tempat tidur. Begitu sederhana. Mas-mas itu akan dijual bila nenek membutuhka dana besar. Membeli rumah atau tanah, atau biaya kuliah.
Di masyarakat Batang, mas menjadi simbol kekayaan pemakainya. Saya ingat seorang tetangga yang ditegur sesepuh kami, karena terlalu mewah. Ia mengenakan semua perhiasan dalam keseharian, apalagi ketika hendak bepergian. Rupanya sesepuh itu mengkhawatirkan tetangga saya, bisa mengundang penjahat. Akhirnya tetangga saya mengurangi pemakaian perhiasannya. (lagi…)
Add comment Juli 30, 2009
