Archive for Juli 5th, 2009
Berawal dari Puisi
Aku tidak tahu persis sejak kapan menyukai puisi. Seingatku waktu kelas tiga atau kelas empat sekolah dasar, di buku pelajaran bahasa Indonesia terdapat puisi berjudul Menyesal. Penulisnya Ali Hasjmy. Mudah-mudahan aku nggak salah menulis namanya. Oleh guruku semua siswa disuruh maju ke depan kelas untuk membacakan puisi itu.
Tiba giliranku, aku membacanya dengan sangat senang. Beberapa hari kemudian, aku menjadi salah satu siswi yang dipilih untuk mengisi acara perpisahan kelas enam. Aku dapat tugas membaca puisi. Sejak itu kalau ada lomba baca puisi antar SD, aku selalu diikutkan. Lama-lama aku jadi kenal beberapa nama penyair. Seperti WS. Rendra dengan karyanya “Gugur”, Sapardi Joko Damono, Sutardji Calzoum Bachri juga nama-nama lainnya. Aku juga mulai suka mengumpulkan karya-karya mereka. Membacanya dengan suara keras saat menjaga warung. Sering pembeli warung ikut teriak memanggilku.
“Wid, mau beli.” Sejenak aku taruh lembar puisi. Sekarang aku sering baca puisi keras-keras sambil menjaga warung. Tak jarang para pembeli, nyeletuk ”bengak-bengok koyo wong edan.” Teriak-teriak seperti orang gila. Aku tak peduli, yang penting aku senang. (lagi…)
Add comment Juli 5, 2009