Pengibaran Sang Merah Putih

Agustus 19, 2008 at 2:50 pm 1 komentar

Masih suka nulis soal agustusan nih. Kemarin pagi seusai bangun tidur, buru-buru saya keluar rumah untuk menurunkan bendera yang saya kibarkan lebih cepat dari semestinya, 16 Agustus. Tanggal 17 Agustus sore, Fira anak saya menegur kok benderanya belum diturunkan.”Tata caranya kan pagi dikibarkan, senja diturunkan Bun.” Saya mengiyakannya, tetapi melihat tetangga belum satupun ada yang menurunkan bendera, saya tak enak hati. “Besok saja, deh.” Fira menggerakkan kedua keningnya lalu masuk ke dalam. Barangkali hatinya berujar, Bunda aneh.

Malamnya ketika anak-anak sudah tidur saya singkap tirai jendela. Dari balik kaca jendela saya pandangi bendera merah putih itu bergerak pelan karena tertiup angin. Saya telah melanggar aturan. Memang seharusnya bendera itu saat itu juga sudah terlipat di atas keranjang untuk dicuci lalu diseterika dan dilipat dengan hati-hati. Kemudian dimasukkan ke dalam lemari.
Masih memandangi bendera dari balik kaca jendela saya ingat, betapa saya sering menemukan bendera merah putih masih berkibar di halaman kantor-kantor instansi pemerintah padahal hari sudah malam. Besok pagi pasti bendera itu masih tetap berkibar tanpa sempat diturunkan hingga malam dan sampai ke pagi lagi. Demikian seterusnya. Sampai-sampai warna sang saka itu mengenaskan karena terus menerus terkena debu, terik dan hujan. Malam itu saya berjanji besok pagi akan menurunkan bendera.
Paginya, janji saya penuhi. Saya turunkan bendera dengan hati-hati pada tanggal 18 Agustus, untuk meminimalkan kesalahan saya.Saya ingat dulu guru saya mengajarkan bahwa tata cara pengibaran bendera adalah dikibarkan pukul 06.00 diturunkan pukul 18.00.
Hanya ini yang baru bisa saya lakukan untuk merah putihku, sedang negeri ini telah memberi banyak kebahagiaan. Tempat tinggal, kesempatan menulis, kebersamaan dengan keluarga, dan masih buanyaaak lagi. l

Dianing WY

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Usai Pesta Merah Putih Fenomena Alam

1 Komentar Add your own

  • 1. zetamari  |  Agustus 19, 2008 pukul 6:50 pm

    Senang rasanya mengetahui ada orang yang masih menghargai Sang Merah Putih.. Mungkin kamu akan tertarik dengan tulisan saya di http://cariinspirasi.wordpress.com..

    ^_^

    Terimakasih, ok akan saya kunjungi. Salam.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 87,252 kali

Kategori

Halaman

TWITTER: @dianingwy

  • Serenade, novel terbaru @firameutia, di salah satu halamannya mengajarkan untuk tidak curang dalam meraih tujuan. 1 day ago
  • Menunggu KPK menelisik asal-usul kekayaan para anggota DPR/MPR, seperti yang dilakukan kepada calon menteri. 1 day ago
  • RT @infosastra: Slmt! RT“@damhurimuhammad: sihar r simatupang, @musismail, koko thole, subarkah, puguh tjahjono, maman s mahayana, bbrp nam… 1 day ago
  • 10. Jadi ibu rumah tangga itu keren, apalagi jika tetap setia kepada kegemarannya. Misal kegemaran menulis. Nulis yuuk :) #TulisSaja 2 days ago
  • 9. Sseorang ibu sudah semestinya menyediakan diri untuk anak dan keluarga, tapi seorang ibu tetap bisa eksis melalui karyanya. #TulisSaja 2 days ago

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: