Cerita: Dewi Lanjar
Juni 14, 2008 at 1:09 am 75 komentar
Dewi Lanjar adalah mitos dalam masyarakat di Pekalongan, Jawa Tengah — delapan kilometer dari Batang, kampung saya. Ia adalah sosok makhluk halus yang cantik dan mempesona. Dewi Lanjar, konon, kerap muncul di pasar Pekalongan dan kerap menggoda laki-laki pedagang batik. Kalau lelaki itu mau menjadi pacarnya, ia bisa kaya.
Konon, ia memiliki kerajaan di Pantai Slamaran, Pekalongan. Kini Pantai Slamaran telah menjadi tempat wisata dengan nama Pantai Slamaran Indah. Tempat Dewi Lanjar di sana, banyak dikunjungi orang dari luar daerah Pekalongan. Mereka datang untuk mendapatkan nasib baik. Ini memang terlepas dari logika bahwa nasib baik alias keberuntungan selalu muncul sebagai buah dari kerja keras. Tapi itulah masyarakat kita, tetap mengandalkan hal-hal supranatural.
Dewi Lanjar
Cerpen: Dianing Widya Yudhistira
TANGIS bayi memecah keheningan Pantai Slamaran.
Riak ombak bergerak pelan dan tenang. Ombak
seperti menjauh dari rumah berjarak 100 meter dari
mulut ombak. Biasanya, kalau ombak sedang tinggi,
lidahnya seperti menjulur-julur ke rumah kayu
bergaya limasan itu.
“Cah ayu Dewi Lanjar, sudah bangun Nak.” Suara
Rukmi memanggil nama Dewi Lanjar kepada bayi
berumur seminggu itu selalu seperti petir yang
menghantam kepala Kirno, suaminya. Ia tiba-tiba
jadi pusing. Sejujurnya, ia sangat tidak setuju
dengan nama itu. Sebab nama Dewi Lanjar adalah
siluman penguasa Pantai Utara.
Dikisahkan, sewaktu-waktu Dewi Lanjar turun ke
bumi, ke dunia manusia dan bermain-main ke pasar
batik Pekalongan. Saat ia turun itulah dagangan
batik luar biasa larisnya. Siluman Dewi Lanjar
sangatlah elok dan jelita. Hampir setiap lelaki,
pedagang batik akan dibuatnya bertekuk lutut
padanya. Tentunya bila ia sudah menjelma menjadi
sosok perempuan cantik, hingga tampak oleh mata.
Bila ia senang pada seorang lelaki pedagang batik,
dan lelaki itu menyambutnya, Dewi Lanjar akan
mengabdi pada lelaki itu dengan membuatkan motif
batik. Dijamin motif batik karya siluman Dewi
Lanjar akan digandrungi banyak orang. Akibatnya
sang pedagang akan kebanjiran pesanan. Tetapi ya
itu tadi syaratnya, ia harus mau bercinta dengan
Dewi Lanjar, sang siluman.
Tapi Kirno tidak punya kekuatan untuk menghentikan
keinginan istrinya untuk menamakan bayinya Dewi
Lanjar. Ketika ia mencegah yang terjadi adalah
pertengkaran demi pertengkaran. Ia bosan
menghadapi pertengkaran yang terus-menerus itu.
Sebab, itu bisa berakibat ia tidak bisa
konsentrasi pada pekerjaannya.
“Dewi Lanjar itu cantik. Ia mempesona. Ia suka
membantu pedagang batik,” katanya.
“Suka membantu apa? Mengganggu suami orang
maksudmu?”
“Pak, hati-hati kalau bicara.”
“Nyatanya memang begitu. Selalu yang dibantu itu
adalah lelaki yang mau bercinta sama dia.”
“Pokoknya aku tetap ingin nama anak kita Dewi
Lanjar. Titik.”
Kirno terdiam. Kalau Rukmi sudah mengatakan
“pokoknya”, perdebatan sudah selesai, dan ia telah
memenangkan perdebatan itu. Jika dilanjutkan,
Rukmi akan marah besar, membanting apa saja yang
ada di depannya, kemudian pergi ke bibir ombak dan
menangis tersedu-sedu, seolah ingin mengadu pada
Dewi Lanjar, yang menjaga Pantai Utara itu.
Tapi, ketika anaknya beranjak besar dan mulai
sekolah, kekhawatiran-kekhawatiran Kirno dulu
pelan-pelan terbukti. Anaknya suka diejek-ejek
oleh teman-temannya sebagai siluman. Akhirnya,
Dewi Lanjar pun menjadi anak pemurung dan suka
menyendiri. Lanjar, begitu mereka memanggil sang
putri, tidak pernah mendengar ucapan ibunya bahwa
Dewi Lanjar itu sosok yang cantik.
“Kamu cantik seperti Dewi Lanjar. Kamu harus jadi
orang hebat,” kata Rukmi suatu kali. Tapi Lanjar
diam saja. Tangannya memain-mainkan pinsil dan
matanya tertuju kepada buku pelajaran di depannya.
Lanjar memang sedang membikin pekerjaan rumah
malam itu, tapi ia selalu tidak bersemangat untuk
meneruskan.
“Aku mau berhenti sekolah,” tiba-tiba suara Lanjar
mengalir pelan dari mulutnya. Nada suaranya terasa
berat.
Rukmi dan Kirno saling berpandangan. Tiba-tiba
wajah mereka menjadi tegang. Kirno ingin
mengatakan pada Rukmi betapa ini semua terjadi
karena kesalahannya. Tapi ia urung mengatakan
karena takut itu akan membuat Lanjar tahu bahwa
untuk menentukan namanya dulu ia dan ibunya selalu
bertengkar. Ia ingin menunjukkan bahwa suami
isteri adalah sebuah ikatan yang rukun bahagia,
seiya-sekata.
Kini, Kirno hanya ingin mencari cara agar Lanjar
lepas dari ejekan teman-temannya. Cuma itu yang
ingin dia lakukan. (Depok, Agustus 2007)
*) Penulis adalah cerpenis juga menulis novel. Dua
novelnya yang sudah terbit “Sintren” (Grasindo,
2007), dan “Perempuan Mencari Tuhan” (Pustaka
Republika, 2007). Dua novelnya yang lain sedang
menunggu terbit.
Entry filed under: CERPEN. Tags: .
75 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1. ismail | April 4, 2009 pada 6:53 pm
punya fotonya dewi lanjar g mas? cantiknya seperti apa sih dewi lanjar itu.
2. dianing | April 5, 2009 pada 2:18 pm
Terimakasih atas apresiasinya. Masak sih saya dipanggil mas. Kecantikan Dewi Lanjar, yang jelas tak bisa diungkapkan secara sempurna. Dri cerita turun temurun, orangtua hanya bilang ayu. Cantik. Menurut saya sih tergantung imajinasi masing-masing mas. Salam.
3. Tomz | Agustus 17, 2009 pada 1:40 pm
Percaya tidak percaya saya pernah di sukai oleh seorang dewi lanjar,dia penguasa pantai utara dan mempunyai kerajaan di bawah laut.
sekarang Dewi lanjar adalah anak yang di ambil oleh kanjeng roro kidul,karena kesucian dia.
4. dianing | September 11, 2009 pada 2:20 pm
Waow kisah yang menarik mas Tomz, berarti sampeyan pernah melihat langsung dong si Jelita itu…
5. jek | Mei 18, 2012 pada 6:55 am
ya karena dia lihat dari mimpi
6. RATIH Abdillah | September 30, 2009 pada 7:47 am
Bapakku asal Kempong karanganyar Pekalongan aku lahir dijakarta, aku pengagum dewi lanjar bila bapakku cerita. dapatkah dgn cara apa aku dapat bertemu dgn dewi lanjar
7. dianing | November 22, 2009 pada 2:25 pm
Gimana caranya ya mbak Ratih, wong ini cuma mitos je….
8. Taufan | Oktober 5, 2009 pada 6:52 am
Ass. Mengingatkan cerita ibuku waktu kecil, Mbak… Setting dalam semua cerita Mbak, mengingatkan saya akan Pekalongan dan Batang di masa kecil saya… termasuk, kisah Dewi Lanjar ini… salut, Mbak… sukses selalu.
9. dianing | November 22, 2009 pada 2:24 pm
Ya mas Taufan, saya bisa menuiskannya ketika jauh dari Batang. Makasih ya…
10. SIGIT | Oktober 26, 2009 pada 7:15 pm
saya asli jogja
11. Choirul nur huda | November 25, 2009 pada 3:34 pm
Ag percaya kalo dewi lanjar itu ada,mendengar ceritanya kayak gitu gimana ya raut wajahnya yang cantik jelita?…jadi kepengen ketemu ag?…
12. dianing | November 28, 2009 pada 6:59 am
Welaah dalah, emang bener nih mo ketemu ma Dewi Lanjar. Tunggu ya novel berikut, mudah-mudahan nggak lama lagi terbit.
13. peni septiana | Desember 23, 2009 pada 1:58 pm
mabak ning asli batang ga? batangnya mana? aku tertarik nih buat mengkaji novel mba, tak angkat jadi tesis kira-kira mana ya yang cocok?aslinya dewi lanjar sama rantamsari tu sama ga ya? aku koq bingung
14. dianing | Januari 14, 2010 pada 1:18 pm
Saya Batangnya di Kabundelan, Yos Sudarso. Alun-alun Batang masuk ke utara, jalan yang menuju ke laut Batang. Kayaknya beda deh mbak Peni…
15. gatholoco | Desember 24, 2009 pada 12:44 pm
wah wah……..
ramai neh masalah dewi lanjar…………… beneran gak seh…… atau hanya dongeng…….. tapi cara ngebukyiin gimana ya….. lha khan kita beda alam…. kalo ada yg mau ngajari boleh juga n makacih buanget……..
lagian bentar lagi jadi warga pekalongan, jdi pengen teu lebih banyak mitos, cerita, dongeng atau sejenisnya…… buat tambah2 pengalaman………………….
buwt smua ….. LAM KENAL
16. dianing | Januari 14, 2010 pada 1:19 pm
Waah selamat datang di kota Batik …
17. Edi B Mulyana | Desember 28, 2009 pada 10:57 am
Kota Batang memang bisa dikatakan kota yang menelurkan orang-orang berbakat. Sebut saja Goenawan Mohammad, Agus Condro, Kawe Samudra, Maghfur Saan, Dianing Widya Yudistira, Sugito HS. Sebagian nama-nama itu aku kenal karena aku sering bersastra-sastra dengan beliau-beliau dalam wadah Komunitas Pena. Tapi sekarang aku kembali pulang ke kampung halaman karena mengemban tugas negara. Sekarang aku gabung lagi di wadah lamaku, KPK (Keluarga Penulis Kudus). Salam sastra buat rekan-rekan Komunitas Pena, teruslah berkarya untuk bangsa.
18. dianing | Januari 14, 2010 pada 1:21 pm
Mas Edi saya pernah kenal dengan Keluarga Penulis Kudus, dulu saya sempat di Semarang dan sekarang tinggal di Jakarta beserta keluarga. Jika saya pulang ke Batang InsyaAllah saya sampaikan salam panjenengan, salam.
19. denny | Februari 7, 2010 pada 7:56 am
menarik untuk diketahui cerita2 sejarah/mitos seperti Dewi Lanjar… mungkin mbak Ning tau cerita asal usul Dewi Lanjar?
salam
20. dianing | Februari 9, 2010 pada 1:58 pm
Asal usul Dewi Lanjar ini sudah saya tulis ke novel, hanya saja belum terbit. Makasih ya…
21. pakes. H | Februari 27, 2010 pada 1:53 pm
kok tidak disebut nama kecinya.
dari mana si dewi berasal.
ungkap sejarah yang lengkabdong.
22. dianing | Maret 2, 2010 pada 4:02 am
Ada dalam novelnya mas Pakes, InsyaAllah segera terbit.
23. tang | April 22, 2010 pada 12:15 am
Ada yang tau alamat lengkapnya juru kuncinya Dewi lanjar gak ?? mohon tuliskan alamatnya dong aku butuh banget nih pingin ngebuktiin.. mitos tersebut…… kasih tahu yach yg lengkap…MAKASIH…
24. Ndoro Ayu | Mei 20, 2010 pada 12:49 am
Assalamualaikum..
Sya dR jawa timur mbk,dLu sya pernah ktmu sma Dewi Lanjar,beliau orang nya sangat cntik jelita bgai bidadari kahyangan,bhkan ada yg blang bahwa dEwi Lanjar itu memang bidadari dan jg tUtur kata nya Lembut skali..
Kalo boleh,sya ingin tau asal usul dewi Lanjar yG asLi dri orang PekaLongan sndiri,trims…
25. dianing | Juni 1, 2010 pada 1:59 pm
Waah tentu pengalaman yang menarik mba Ayu, nantikan ya novel saya tentang Dewi Lanjar.
26. rizalihadi | Juni 4, 2010 pada 2:09 pm
selalu senang membacanya…
27. Ndoro ayu | Juni 16, 2010 pada 4:50 am
Pastinya menarik mbk
BoLeh,sya tngu n0veL nya,sukses seLaLu mbk…
UntUk semua pengaGum Dewi Lanjar,saLam kenaL…
28. dianing | Juni 21, 2010 pada 12:45 pm
Ya sedang saya edit nih mbak Ayu. Makasih ya supportnya.
29. labu siam | Juli 15, 2010 pada 4:20 am
oooooo gitu tho
30. Lebah Kelana | Juli 15, 2010 pada 4:48 am
sedulur kabeh….
boleh gabung yo…. sekedar bagi pengalaman
aku asli seko mbandar, sekarang tinggal di karawang.
tahun 2002, aku ketemu dengan seorang yg menurutku aneh. beliau bernama syekh Nur Muhammad. aku bertemu di deket hutan sebelah barat daerah pasekaran-batang. aku diajak mampir ke tempat gubug beliau. tepatnya di tengah perkebunan singkong. disana ada 2 gubug, 1 buat berteduh dan 1 lagu adalah tempat sholat beliau. beliau tinggal dengan soerang istri dan anaknya yg msh balita yang menurutku juga aneh, dia bukan bule tapi semua rambutnya sudah putih seperti uban. dan yg gak habis pikir disitu ada sumber air yg jernih ( mata air ) untuk wudlu, padahal sekitar situ tidak ada sungai,merupakan daerah yg kering tegalan singkong. singkat cerita aku diberi wejangan mengenai agama islam termasuk dunia gaib.padahal aku ini bodho sekali, sholat aj msh bolong2 apalagi masalah dunia gaib. tp disitu aku baru tahu bahwa Dewi lanjar bernama asli Haji Kustinah masih kerabat dengan Nyai roro kidul. mereka termasuk bangsa jin yg sudah memeluk islam melalu Sunan kalijogo. dan hanya Nyai blorong lah yang masih belum memeluk islam sampai sekarang.
Dari situ kadang aku mimpi ketemu nyai roro kidul yg sungguh sangat cantik dan pesan agar aku main ke istananya. Syek nur sendiri sudah dianggap ayah oleh dewi lanjar dengan panggilan Romo. Dlm pertemuan itu sy tanya jati diri Syekh Nur ini. Beliau cerita banyak tapi akhirnya sy disuruh merahasiakan asal usul beliau. Yg jelas beliau masih keturunan salah satu raja dari majapahit yg sudah memeluk islam,dan pernah belajar di ponpes banten pd tahun 1903. Aku sendiri setengah gak percaya saat itu. Yg bikin aku heran lagi beliau menunjukkan salah seorang waliyullah di pesisir batang dan langsung aku dipertemukan sm orangnya, orang ini membenarkan cerita Syekh nur, malah dia mengaku sebagai salah satu muridnya dan pernah diwejang sendiri oleh syeh maulana magribi yg ada di pesisir pantai ujung negoro, dan hal yg sama kalau aku disuruh merahasiakan keberadaannya, maupun gelar kewaliannya.
Beberapa bulan kemudian pas aku pulang kampung, aku mau silaturrohmi ke gubugnya, tp bekasnya sudh tidak ada, bahkan mata air yg dulu aku sempat wudlu, sekarang hanya cekungan tanah kosong yang gersang. Aku berusaha Tanya ke kampung terdekat, herannya tidak ada satu orangpun yg tahu keberadaannya sekarang. Sungguh hal yg aneh…..
Iki Cuma pengalaman pribadi aj, percaya at tidah terserah anda, yg jelas aku jadi sedikit tahu tentang dewi lanjar..
31. grapiban | Juli 16, 2010 pada 6:42 am
masnya udah pernah ketemu langsung ap belum? kalau udah ketemu salamin ya buat jeng dewi lanjar, i lov u pool
32. Lebah Kelana | Juli 21, 2010 pada 9:58 am
sedulur….
aku sendiri belum pernah ketemu langsung.
itulah yg kadang jd pikiran setelah beliau gak tahu keberadaannya sekarang ini, memang syeh Nur ini pernah sekali mengajak untuk ketemu dewi lanjar, tapi saat itu aku tolak, karena saat itu aku gak begitu tertarik dengan hal hal macam itu. akhirnya beliau cuma minta sy untuk nginep di gubugnya minimal 2 malam aj. dan aku menyaggupinya insya Allaah kapan2. Dan maksud aku datang lagi juga untuk memenuhi permintaan beliau ( mau nginep di gubugnya ). apa boleh dikata, sekarang sudah tidak ada lagi.
tapi apa yg aku dengar itu, sy cerikatan ke temen yg lebih tahu, dia orang kedungwuni pekalongan dan punya ayah sepuh yg tahu mengenai dewi lanjar dan dia membenakannya. Tp beberapa tahun yg lalu beliau ini sudah meninggal.
terus terang sy jd ngerasa bersalah ke beliau syekh Nur ini.
33. Muhamad Imron | Agustus 23, 2010 pada 11:34 am
wah… siapa laki yang ga mau ma dewi lanjar… dah cantik bikin kaya lagi…. kalo syaratnya cuma mau bercinta, dijamin setiap laki2 pasti rebutan bu… mungkin ane juga mau…. hhehehehe
34. dianing | September 3, 2010 pada 2:51 pm
he he, tapi ini hnya mitos kan?
35. Effendi Jauhari | September 9, 2010 pada 12:04 am
saya percaya kalau beliau ada.
36. saprudin | September 18, 2010 pada 3:41 am
Dewi lanjar memeng ada itu bukanlah mitos atw cerita semata..dewi lanjar itu baik suka tolong orang.yg jahat adalah mahluk gaib yg lain ngaku2 dewi lanjar..dewi lanjar bgi diri ku bukan lah orang lain dia adalah eyang buyut saya bah kan dia ibu saya.krna saya ada garis keturunan.sampai sekarang selalu ada di rumah ku,memang yg bisa liat cuman sekeluaga, orarng2 tertentu aja atw yg mempu nyai ilmu batin tikat tinggi
37. agus mahandi | Oktober 24, 2010 pada 4:01 am
antara percaya tak percaya…tapi fun sj…kemerdekaan berbicara dan mengeleluarkan pendapat dijamin undang-undang….
38. dianing | November 18, 2010 pada 12:47 pm
Ia mas Agus, ini hanya mitos kok.
39. ria maria ozawa | November 19, 2010 pada 11:33 pm
Tdinya sy ngFans bgt sm bUnda ratu laut kidul,,tp suatu hari ada org dtg ke rmh,dia blg jgn suka mengagumi yg dr selatan..kagumi nenek moyang sndiri yg dr utara,,ya dewi lanjar katanya..
40. aryna | Maret 20, 2011 pada 3:57 am
q prcaya ko` . cz tmn q jga ada yg disukai gitu 5 dewi lanjar. ……..
41. dianing | Maret 26, 2011 pada 4:51 pm
Wah, cerita menarik mas Aryna. Ya, Dewi Lancar memang diyakini ada oleh masyarakat Pekalongan juga Batang.
42. denias | April 20, 2011 pada 3:19 am
kok kurang lengkap tho ceritanya…..hanya sampai pertengkaran intern saja,sang bapak cuman masih berusaha mencari cara agar anaknya tidak di ejek oleh temannya…gak sampai klimaks….cerita akan lebih menarik jika di sajikan gambar dewi lanjar..gak usah foto,karena ini kan legenda..cukup ilustrasinya saja..tapi untuk pantai slamaran dan kain batik juga bisa di sajikan fotonya sekalian buat promosi tempat wisata di kota pekalongan…
43. dianing | Mei 26, 2011 pada 4:05 pm
Lebih lengkapnya ada di novelnya mas Denias. Makasih.
44. tien | Agustus 4, 2011 pada 3:35 am
sudah pernah dengar keretanya Dewi Lanjar blm mbak, tiap malam jum,at ktnya lewat pasar sentiling hehehee…..
45. dianing | September 6, 2011 pada 1:52 pm
Iya mbak Tien. Sebagian orang mengatakannya mitos dan sebagian lagi percaya Dewi Lanjar ada.
46. umam | September 7, 2011 pada 9:00 am
sya asli khuripan pkalongan n crita n agapan anda slah kaprah n ini bsa megakibatkan fitah-fitnah yg sblum anda?
Anda tak tau scuwilpun kisah tntan dewi lanjar.
47. dianing | September 21, 2011 pada 5:11 am
Mas Umam silahkan menuliskan tentang Dewi Lanjar di sini, agar saya tak salah kaprah. Maturnuwun,monggo …
48. supariyono sp | Oktober 4, 2011 pada 3:36 pm
salam kenal saya dari tuban jatim depan rumah saya ada petilasan dewi lanjar terkait ndak ya dng dw lanjar pantai utara memangcantik tinggi besar dan pakai sanggul pkaian srba kuning pkai selendang
49. Samsidie | November 18, 2011 pada 9:21 am
Byk org yg slh kaprah ttg dw lanjar slalu minta pesugihan.pd hal ibu dw lanjar mahluk ALLAH jg. dia hanya petanra smata snua y ALLH jg yg menentukan. ALLAH tdr menjg hamba2y.
50. taufik | November 28, 2011 pada 4:43 pm
klo dwi lnjar tu kturunan dri mana….? mksih..
51. Anonymous | Desember 1, 2011 pada 6:43 am
Dewi lanjar itu berasal dri pantai utara,msih saudara sma sang penguasa laut kidul,
52. fauzi | Desember 3, 2011 pada 10:13 am
hari ini sy baru ngobrol2 sama juru kunci pantai slamaran pekalongan bp.gendut.syaratnya sangat mudah kalo jodoh 2 hari sudah kaya,,,tapi resiko tanggung sendiri,kelak jika kita mati krn allah swt,jasad kita akan mengabdi ato bekerja kepada Bu Haji sampai tak ada batas waktunya….auzubillahimindzalik…Allahuakbar.
53. anissa | Desember 9, 2011 pada 4:35 pm
Saya sudah prnh bertemu dgn bu haji. Ibu haji sosok yg cantik dan rupawan. Sy kangen sama bu haji. Bu haji knp g prnh dtg dlm mimpiq? Dtg dlm mimpiq, bu haji! Sy pgn qt msh saling bersilaturahmi. Maafkan sy bu haji… Sy mengagumi bu haji. Panjenengan ingkang kulo sayangi, bu haji. Kulo kangen kaleh panjenengan, bu haji… Bu, monggo sowan maleh bu haji! Kulo tenggo! Ya Allah, kulo kangen kaleh bu haji… Wassalam
54. dianing | Desember 16, 2011 pada 1:48 pm
Semoga bisa bertemu lagi dengan ibu haji mba Anissa.
55. dianing | Desember 16, 2011 pada 1:46 pm
Tapi…
56. dewi anggraeni putri eyang lanjar | Januari 10, 2012 pada 12:13 am
saya sangat percaya dengan eyang hajjah dewi lanjar bukanlah mitos tetapi kenyataan.
57. dianing | Januari 28, 2012 pada 6:51 am
Mba Dewi, terimakasih. Tuhan MAha Pencipta
58. resitaviani | Januari 15, 2012 pada 6:48 am
Dasar kalian semua manusia yg bodoh….dewi lanjar itu tdk ada,itu hanya cerita kuno turun temurun aja,yg ada tu bukan dewi lanjar tetapi setan..yg harusnya kita musnahkan,apanya yg ibu kaji…mana ada setan yg naik haji,setan tu pasti mental kalau masuk daerah mekah………jadilah manusia ayg taat pda allah,bukan pada setan terkutuk seperti itu………..smoga kalian semua yg seperti itu masuk neraka tingkat jahanam..amien.
59. hynnaapria | Januari 15, 2012 pada 6:53 am
Dewi lanjar..ratu kidul…firaun….yahudi…dajjal..mereka itu semuanya iblis dan bersaudara…alias penghuni tetap neraka tingkat tinggi…jdi siapa aja yg memuja mereka berarti teman mereka dan alias setan terkutuk juga……….mati aja loe semua…biar dunia ini bersih dari org2 kafir dan terkutuk seperti kalian…
60. ichigo | Januari 15, 2012 pada 6:56 am
ckckckckck…sekali setan tetap setan
61. Anonymous | Januari 20, 2012 pada 5:58 pm
diriku adalah karang
yang rapuh tergerus gelombang
62. dianing | Januari 28, 2012 pada 6:53 am
Saya suka kalimatnya, penuh kerendahan hati
63. adhi pratama | Maret 6, 2012 pada 6:20 pm
Pekalongan kota cakrawala hati seorang bintang,
Batiklah yang membesarkan nama papah sama kakeku,H.chamid N H.abbas,pekalongan nafas hidupku,salam kenal semua
64. dianing | Maret 19, 2012 pada 12:29 pm
Waah, tetangga dengan saya mas Adhi, salam buat keluarga yaa. Pekalonganne neng endi?
65. Kusmedi | Maret 13, 2012 pada 12:20 pm
Ya nmbh rasa iman kpd Tuhan aj a
66. dianing | Maret 19, 2012 pada 12:29 pm
Amin.
67. DEWI ANGGRAENI | April 23, 2012 pada 6:23 am
saya DEWI ANGGRAENI, dulu saya memang tidak mempercayai itu smua tp dng tuntunan ALLAH saya di sadar kn, kekuasaan ALLAH dan kbesaran ALLAH,, dan perlu di ketahui KANJENG BUNDA RATU KIDUL DAN NYI RORO KIDUL ITU BERBEDA ALIRAN,,, di mulai itu saya percaya dengan smua itu,,, cerita ny sangat lah panjang dn berhubngan dengan TUGAS ALAM,, yg harus sgera d slesai kn,, ada lembaga resmi utuk d sambung kn,, lbh jelas ny bs brgabung d email; putridewi.anggraeni@yahoo.co.id
68. dianing | Mei 1, 2012 pada 3:09 pm
Betul Mbak, terimakasih sudah singgah ke sini. Salam.
69. Mbah Carti | Mei 1, 2012 pada 6:15 pm
dewi lanjar identik dengan penguasa ratu pantai utara yang punya kekayaan melimpah dan siapa saja yang percaya bisa memperoleh pinjaman modal untuk usaha, bagi yang penasaran bisa konsultasi 24 jam ke 0821 3309 0067
70. dianing | Mei 6, 2012 pada 5:22 am
Iya Mbah Carti dan mba Dewi, selama ini di masyarakat kita ada perdebatan mengenai keberadaan Dewi Lanjar. Semua berpulang pada diri kita masing-masing.
71. DEWI ANGGRAENI | Mei 3, 2012 pada 6:57 am
semua itu kuasa ALLAH dr hati kita berniat baik dgn hati suci,, sperti layak ny ALLAH yg tidak pernah menyuruh atau pun melarang makhluk nya dalam beribadah,,, biasa ny EYANG LANJAR akan mmberikan pinjaman lewat biyung emban(danyang kraton) untuk di amanat kan,,, ada 17 danyang kraton yg d pimpin oleh biyung DEWI RATIH,,, utk masalah itu saya blm sampai persis,, ataupun sblum ny ada prjanjian khusus,,,, mungkin mnrut umat itu hanya cerita mitos belaka,, memang ssah utuk d mengrti ataupun di pahami,, saya bniat utuk meluruskan cerita trsebut bahwa smua itu benar adany,,, tapi mungkin belum waktu ny untuk mengungkap (mitos) tersebut,,, kita percya dngan ada ny itu smua asalkan tidak d PERCAYAI mka akan bersifat sesat,,,,
72. Setiawan | Mei 16, 2012 pada 3:51 pm
semua memang ada,dan nyata….bagi yang mampu dan bisa….namun bukan demikian seperti di novel yang tertulis tersebut ceritanya
73. dianing | Mei 29, 2012 pada 2:42 pm
Ya, berbagai versi itulah mas Setiawan yang menandakan dia benar-benar gaib.
74. Anonymous | Mei 21, 2012 pada 2:02 am
Semua adalah Kehendak ALLAH SWT ..
75. dianing | Mei 29, 2012 pada 2:43 pm
Betul, semua kehendaknya.