FPI dan Keraguan Pemerintah

Juni 4, 2008

Tindak anarkis FPI kemarin di Monas menuai kecaman dari berbagai pihak. Dampak dari kekerasan FPI sendiri membuat saya miris. Kekerasan baru pun hadir di sejumlah daerah, semisal di Yogyakarta serta beberapa daerah lain. Saya menyayangkan mengapa mereka yang semula menetang tindak anarkis malah membalas dengan kekerasan juga. Sesungguhnya bila kekerasan FPI dibalas dengan kekerasan juga, tak akan menyelesaikan masalah.
Mestinya pemerintah bertindak cepat menyelesaikan masalah FPI.
Kekerasan yang dilakukan FPI selama ini sudah jadi modal pemerintah untuk melakukan langkah tegas. Kekerasan yang mereka lakukan sudah sangat meresahkan. Maka itu, saya bisa memahami dengan keinginan orang-orang yang menuntut FPI dibubarkan.
Yang mengganjal dalam pikiran saya, mengapa pemerintah terkesan membiarkan masalah ini berlarut-larut. Pemerintah seperti ragu bertindak. Ada apa? Apakah pemerintah sengaja membiarkan isu FPI ini menjadi lebih besar, untuk menenggelamkan isu kenaikan BBM yang diprotes banyak pihak. Jika memang pemerintah menggagendakan hal ini, sungguh tega betul pemerintah terhadap rakyatnya. Saya sangat kecewa.

Entry Filed under: Catatan. .

1 Comment Add your own

  • 1. heruyaheru  |  Juni 28, 2008 at 5:08 am

    lha kapan sih SBY bisa tegas pada islam fundamentalis?

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


INI BUKU SAYA, BACA YA…

Novel ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Pernah dimuat bersambung di Republika. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.




Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel ini bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang, dibalut dengan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

PALING BARU

PALING DIBACA

ARSIP

KALENDER

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

KOMENTAR

Blogroll

MEDIA CETAK

NOVEL

PENGELOLA

TELAH DIBACA

Halaman

Meta