Usai BBM, Ramai FPI.
Juni 2, 2008
Setelah hingar bingar kenaikan BBM, yang menguras pikiran serta tenaga perempuan, sekarang negeri ini dipusingkan dengan tindak anarkis orang-orang yang menamakan diri Front Pembela Islam. Maaf, dari namanya saja kok aneh. Front Pembela Islam. Dari namanya saja sudah terlihat seperti menantang ‘perang’.
Saya heran dengan kelompok ini, sejak berdirinya sampai sekarang selalu menggunakan kekerasan. Terakhir yang mereka serukan adalah bubarkan Ahmadiah. Menyedihkan lagi mereka membawa nama Islam. Tetapi tindakan mereka justru tak menghormati Islam itu sendiri. Yang saya tahu Islam itu penuh kemuliaan. Mengajarkan rahman dan rahim, cinta kasih, rahmatan lil alamin juga mengajarkan untuk bisa menerima perbedaan keyakinan orang lain.
Apakah orang-orang FPI itu lupa bila keyakinan itu soal hubungan umat dengan Tuhan? Tak ada yang bisa menghakimi apakah Ahmadiah itu sesat atau tidak. Keyakinan itu soal hati, tak bisa dipaksa ataupun ditawar. Termasuk orang FPI sendiri. Mengapa sampeyan kok memeluk Islam? Sementara orang-orang Ahmadiah tak usil sama FPI. Terus apa sih wewenang FPI dalam kehidupan beragama di negeri ini? Bukankah tidak ada?
Yang sangat saya sesalkan orang-orang FPI itu juga menyerang anak-anak dan perempuan. Padahal kalau memang mereka (FPI) paham akan ajaran Islam pasti tak demikian. Islam sangat menghormati perempuan. Kenyataan seperti yang tampak di televisi ada beberapa perempuan yang tampak ketakutan menghindar dari orang-orang FPI dengan menerobos pagar berduri. Bahkan menurut pengakuan keluarga korban pemukulan FPI (berita Global TV), mereka menghajar orang yang sedang menolong anak-anak dan ibu-ibu yang tengah dipukuli orang FPI.
Saya pribadi sangat setuju bila bukan ahmadiah yang dibubarkan melainkan FPI. Mengapa? Karena tindak anarkis FPI sangat merugikan citra Islam. Berkemungkinan memecah belah keberagaman kita. FPI sepertinya mengajarkan kekerasan terhadap anak-anak didik kita. Bukan tidak mungkin tayangan kekerasan FPI kemarin dilihat juga oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Ada satu hal yang ingin saya sampaikan di sini. Sebenarnya para ibu-ibu di negeri ini tengah berharap pemerintah SBY-JK membatalkan kenaikan BBM, agar harga sembako terjangkau oleh rakyat. Mudah-mudahan masyarakat tidak tenggelam tenggelam dengan berita FPI ini. Kenaikan harga BBM tetap harus ditolak, meskipun isyu kini telah bergeser ke kekerasan yang dilakukan FPI.
dianing Widya Yudhistira
Depok, Juni 2008
Entry Filed under: Catatan. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. ADVOKATKU | Juni 3, 2008 at 6:24 am
yang kejadian dimonas itu bukan FPI yang identik dengan Islam, bu … yang bikin kerusuhan kemarin itu Front Perusuh Indonesia
2. fpi keparat | Juni 3, 2008 at 9:48 am
bubarkan FPI sekarank juga!!!!!
hidup NKRI