Kesulitan di Kota Kecil

nawangBeberapa teman di Facebook menghubungi saya, mereka mengeluh kesulitan mendapatkan novel Nawang. Untuk yang di Batang dan Pekalongan mesti menitip teman untuk beli di Gramedia Semarang, untuk yang di Jawa Barat, meski memesan teman di Bandung. (lagi…)

Add comment November 9, 2009

Lek Bego

novel-wetonMENYAMBUT lebaran, di kampungku setiap rumah selalu berhias. Ini adalah rahasia di balik ritual ramadhan. Keluargaku sibuk dengan bersih-bersih rumah, juga mengganti warna cat dinding. Rumah nenek biasanya kakek sama paman yang mengecat. Ada yang unik, untuk dinding dari anyaman bambu, kakek tak menggunakan cat dinding, melainkan gamping yang dicampur pewarna biru.
Rumah ibu yang terletak di jalan Yos Sudarso, termasuk kotanya, membuat kami menggunakan cat dinding. (lagi…)

Add comment November 7, 2009

Satu Lampu Berdua

novel-wetonSAYA banyak menghabiskan waktu masa kecil saya di rumah nenek. Di tahun delapan puluhan itu, sebagian rumah nenek atau Mak Darnah, saya memanggilnya. Dari bayi saya sering berada dibuaian nenek dan bulek-bulek saya, ketimbang bersama ibu yang sibuk berdagang. Separuh rumah, dari ruang tamu hingga ruang cuci baju plus jemur yang luas serta ruang santai, dindingnya sudah memakai semen. Dari ruang makan hingga dapur masih menggunakan anyaman bambu atau pager. (lagi…)

Add comment November 6, 2009

Karena Nawang

nawangSEBAGAI penulis novel Nawang, saya merasa ikut senang bila ada pembaca yang mengirim surat lewat pos, email, inbox di facebook, atau ke ponsel saya, mengaku terinspirasi setelah membaca Nawang. (lagi…)

Add comment November 5, 2009

Kurang Pandai Berterimakasih

SAYA sedang menyuapi si bungsu di teras rumah, ketika Pak Dharma tetangga kami yang tinggal sendirian, singgah ke rumah. Pak Dharma adalah pensiunan pegawai negeri sipil. Ketiga anaknya yang sudah berkelurga, sudah memiliki rumah sendiri-sendiri dan tinggal jauh dari rumah Pak Dharma. (lagi…)

Add comment November 4, 2009

Menghilangkan Kesenian Tradisional

sintren.dpgSeorang pembaca novel Sintren mengeluh kepada saya, jika salah satu tarian yang dulu menjadi kebanggaan kampungnya sekarang hampir menghilang. Tari Jaipongan, begitu ujar teman saya itu, kurang diminati kaum remaja. Dia berharap masih ada generasi muda yang masih peduli dengan budaya bangsa yang sesungguhnya selalu eksotik. (lagi…)

Add comment November 3, 2009

Permintaan Maaf

nawangSATU minggu sebelum bedah novel Nawang bersama Penerbit Republika, saya menulis tiga kali pemberitahuan kepada teman-teman di FB melalui status. Pemberitahuan sekaligus undangan itu berisi tentang tempat, bedah novel Nawang di acara Library and Publhiser EXPO 2009. Sabtu, 24 Oktober 2009 yang lalu. Waktunya dari pukul empat sore hingga menjelang maghrib. (lagi…)

Add comment November 2, 2009

Novel Weton, Bukan Salah Hari, Sudah Beredar.

SABTU merupakan hari di mana kami sering jalan-jalan keluar rumah untuk santai. Pilihan kami, kali ini ke toko buku Gramedia. Anak-anak paling suka kalau di ajak ke toko buku, mereka sangat antusias memilih buku, terlebih bila kami mengunjungi pameran buku, yang biasanya harga buku mendapat diskon sampai 20%. (lagi…)

Add comment November 1, 2009

Tentang Bapak

nawangSEMUA bermula dari telepon di Rabu siang. Bulek mengabarkan kalau bapak sakit. Saya menautkan kening. Siang-siang begini bulek interlokal dan mengabari bapak sakit. Biasanya kalau ibu di Batang ingin ngomong, salah satu adikku mengirim pesan pendek ke ponsel. Tak lama kemudian saya menghubungi ke Batang. (lagi…)

Add comment Oktober 31, 2009

Dinding Bambu

novel-wetonSEMUA berawal dari masa kanak-kanak. Masa di mana aku memiliki banyak kenangan. Aku merupakan cucu pertama baik dari pihak ibu dan bapak. Aku ingat betul betapa dulu aku sering diperebutkan oleh bulek-bulekku, dari bapak juga ibu. Mereka biasanya menawarkan berbagai makanan, biasanya jajanan pasar. Mungkin karena pengaruh ini, sampai sekarang aku sering kangen dengan makanan kecil khas kampung. Salah satunya Getuk. (lagi…)

Add comment Oktober 30, 2009

Previous Posts


INI BUKU SAYA, BACA YA…

Novel ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Pernah dimuat bersambung di Republika. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.




Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel ini bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang, dibalut dengan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

PALING BARU

PALING DIBACA

ARSIP

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

KOMENTAR

Blogroll

MEDIA CETAK

NOVEL

PENGELOLA

TELAH DIBACA

Halaman

Meta